Sabtu, 20 Agustus 2022

Pendosa

 


Di dunia ini, tidak satupun yang menginginkan hidupnya celaka, kesulitan dan jauh dari Tuhannya. Karena itulah kemudian banyak pendosa mulai yang dari dosanya kecil hingga pendosa yang kelas kakap yang bertaubat dan menjadi orang yang sangat dekat dengan Tuhannya, ia menyesali betul dosa-dosa yang telah diperbuat dan sekian lama ia lupa pada Tuhan yang selama ini telah memberinya nikmat sehat dan rezeki yang banyak. Ya Allah, jadikanlah aku seperti mereka yang gemar bertaubat, bertasbih, bertahmid, istigfar, bersholawat dan giat belajar serta bekerja untuk mendapatkan ridhoMU.

Ya Allah, aku tau betapa tidak terhingganya pemberianMu berupa nikmat hidup yang sehat ini, betapa banyak rezeki yang telah engkau beri, sedangkan dosa-dosaku kian bertambah tiada henti, kata-kataku jauh dari kalimat-kalimat indah yang tersusun rapi dalam mushaf utsmani, lidahku kering dari untaian tasbih, tahmid, dan tahlil, lisanku kurang akrab dengan istihfar dan sholawat yang sangat agung manfaat dan pahalanya.

Ya Allah, aku sadar bahwa engkau tau persis pada tiap detik dari semua langkah-langkahku, baik langkah kaki ataupun langkah fikiran dan hati. Engkau tidak pernah abai pada hambaMu yang satu ini, betapa banyaknya dosa yang aku perbuat, namun engkau tetap memberiku nikmat untuk melihat, dan berucap. betapa banyak salah yang aku lakukan, tapi engkau tetap memberiku nikmat mendengar dan melangkah. 

Ya Allah, aku mohon jangan engkau tunjukkan aibku kepada makhluk yang lainnya, jangan engkau tunjukkan keburukan-keburukanku itu pada mereka. Aku sangat ingin sama dengan kekasih-kekasihMu yang sangat engkau cintai dan engkau ridhoi. Karena itulah, berilah aku kesadaran penuh, berilah aku kekuatan yang berkelanjutan untuk tetap istiqomah dalam ketaatan, agar aku senantiasa bisa bersamaMu dalam setiap waktu, entah dengan membaca kalam muliaMu, bersholawat kepada kekasihMu, bekerja untuk mencari ridhoMu, belajar untuk mengharap kasih sayang dan ridhoMu, mengajar untuk menyalurkan sedebu ilmu yang engkau beri kepadamu untuk aku sampaikan kepada makhluk yang lainnya.

Ya Allah, aku ini pendosa, banyak salah dan kurang taat. Karena itulah, dekatkan aku dengan orang-orang baik dalam agamanya, dengan orang-orang yang selalu taat padamu dalam keadaan apapun mereka, selalu bertasbih setiap saatnya, senantiasa bertahmid dalam keadaan apapun mereka, selalu bersyukur dan bertaubat dalam hari-hari mereka.

Ya Allah, aku ini hamba yang tidak tau malu, tidak tau malu pada sesama, terlebih padaMu yang selalu memberi tanpa diminta. tidak tau malu dengan kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, kedua orang tuaku, guru-guruku, dan seluruh umat muslim yang mengimanimu. Ya Allah, kelak, satukan aku dengan kekasihMu di surgaMu, berilah aku kesempatan untuk dapat bertemu dengan kekasihMu yang mulia, Nabi Muhammad SAW yang mulia dan menjadi tauladan bagi seluruh umat. pertemukan denganya aku entah dalam keadaan sadar ataupun tidur. Sekiranya engkau sudi dan rido, maka satukanlah aku, kedua orang tuaku, keluargaku dan guru-guruku dengan Nabi Muhammad di surgaMu.  

Ya Allah, berilah kedua orang tuaku kesehatan jasmani dan rohani, jauhkanlah mereka berdua dari bahaya dan rasa sakit, sehatkanlah mereka berdua, dan berilah keistiqomahan pada mereka berdua untuk selalu taat padaMu, beribadah kepadaMu sehingga engkau ridho pada kedua orang tuaku yang kemudian kelak engkau masukkan bapak ibuku kedalam surgaMu.

Ya Allah, terimalah taubatku dan kabulkanlah doa-doaku. Aamiin...

Label: , , , , ,

Kesadaran

Sadar diri


Banyak manusia yang lupa pada eksistensi dirinya, dirinya itu siapa dan untuk apa, lantas harus bagaimana dan di mana. Manusia memang begitu, butuh waktu dan suasana untuk sadar, butuh nasehat untuk mengembalikan hati dan fikiran pada kondisi normal. Manusia memang begitu, selalu mudah lupa pada masa-masa sulit dan menyakitkan. Mudah acuh dan abai pada norma-norma etika terhadap Tuhan dan sesama. Manusia suka lupa pada siapa dia harus meminta dan bagaimana caranya berdoa, lebih suka menerima sampai lupa bagaimana agar dia juga bisa memberi tanpa dipinta. 

Manusia memang suka aneh, lebih banyak berbicara, bertanya, menjelaskan panjang lebar tanpa ditanya. Manusia memang suka acuh, malas belajar, bekerja, dan mengharap lebih pada sesama. Ini tidak baik dan tidak sehat. Seharusnya kamu itu sadar, muhasabah diri, malu dan maju untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Tidak banyak bertanya dan basa basi, tidak banyak meminta dan menerangkan banyak hal, menunggu ditanya baru berucap. Tidak banyak tingkah dan liar dalam bersikap.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Tidak banyak berbicara, mengirimkan banyak pesan dengan rentetan kata-kata yang tak berharga sama sekali, siang dan malam. Justru yang demikian menunjukkan betapa tidak berkualitasnya caramu dalam bersikap.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Lebih banyak belajar, membaca dan menulis, mempersiapkan diri dengan maksimal agar nanti tidak banyak hal yang dapat membuatmu malu di tengah-tengah masyarakat yang agamis dan idealis, cerdas, cermat dan kritis. Mereka lebih banyak pengalaman yang bisa saja melahirkan teori-teori hidup yang berharga dari pada dirimu yang masih saja terbang dengan sekian teori yang satup belum kamu buktikan dalam kehidupanmu.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Tetap menjadi orang yang asing dan tidak berusaha dekat dan akrab, kamu masih sekedar melihat dari kejauhan, belum melangkah lebih dekat kemudian dipersilahkan menetap, bersama selamanya tanpa ada kata pisah. 

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Sadar diri dengan hamparan ketidak tahuan alias bodoh, perbanyaklah muhasabah dan berdzikir agar dirimu semakin sadar pada tujuan hidup yang sebenarnya itu apa dan hatimu lebih mudah menerima nasehat dari banyak lisan dan keadaan, baik kondisi yang terkesan baik atau sebaliknya. Karena itu, tetaplah mensyukuri apapun itu keadaannya dan terus berbenah diri bagaimanapun kondisinya.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Lebih giat lagi bekerjanya, belajarnya, dan menabung untuk masa berikutnya, karena hidup tidak selalu tentang diberi dan meminta. Tapi berusaha mendapatkan sendiri, kemudian memberi tanpa mereka minta. Kepada siapapun itu tanpa membeda, memberi dan berbaik pekerti.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Banyak-banyak bersyukur dan lebih bersyukur lagi karena telah diberikan kesempatan belajar dengan baik, dikelilingi oleh orang-orang baik dan dikehendaki satu langkah maju untuk hidup dengan orang yang sangat baik. Baik agamanya, baik akhlaknya, baik nasabnya, banyak ilmunya dan cantik rupanya. 

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Jaga jarak, jaga sikap, jaga ucap, dan jaga pesan WhatsApp hingga nanti tibalah waktunya bai'at. Setelah itu, kamu berhak berbicara lebih dari yang semula hanya sepatah kata, berhak mengangkat kepala dan memandangnya dari yang semula hanya berani menunduk dan diam tanpa kata.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Sadar diri dan banyak bersyukur. Ingat, kamu dulu pernah berada di posisi paling dwon dan sangat menyakitkan. Malas makan, malas belajar, dan malas dengan segala apapun yang sebelumnya mengasikkan.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Perbanyaklah bersyukur, perbanyaklah bertaubat dan perbanyaklah berbuat baik. Ingat, umur tidak ada yang tau kapan masa aktifnya berakhir. Karena itu, gunakanlah waktumu dengan semaksimal mungkin, seakan-akan esok kamu telah tiada dari muka bumi ini. Masih banyak tempat yang harus kamu singgahi, baik buruknya nanti dimulai dan ditentukan dari kehidupanmu yang sekarang ini.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Jangan meminta dan mengharap kepada selain Allah, jangan meminta lebih dari apa yang mereka bisa beri. Tetaplah meminta dan mengharuskan banyak harap kepada Allah yang maha kaya, maka memberi, dan maha tau apa yang kita butuhkan. Tetaplah berdoa, bertaubat, beribadah dan belajar. 

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Kamu harus sadar bahwa dirimu tak lebih dari seorang pendosa, pemalas dan tak banyak bertaubat atas sekian banyak dosa-dosa yang telah kau lakukan, dimana-mana, entah berupa kata, ucap dan sikap.

Ya Allah, beri aku kemudahan untuk terus mensyukuri nikmatmu, menyadari sekian banyak kesalahanku, selalu bertaubat atas dosa-dosaku, senantiasa semangat bekerja dan semangat belajar. jauhkan aku dari sifat dan sikap meminta, banyak bertaya hal yang tidak penting, mengunjing, menggosip, menyakiti orang lain dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Ya Allah berilah aku kekuatan untuk selalu taat padamu, melaksanakan kewajiban-kewajibanku sebagai orang muslim dan menjauhi semua larangan yang ada. Ya Allah, jadikan aku orang yang dapat memberikan banyak manfaat untuk sesama, entah melalui pengetahuan yang telah engkau beri, ataupun melalui harta yang telah dan akan engkau beri setelah ini. Berilah aku umur yang seperti itu, umur yang barokah dan bermanfaat.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. 


Sabtu, 20 Agustus 2022.

Muhammad Zaironi

Label: , , , , , ,

Tiga Kewajiban Orang Tua Kepada Anaknya

keluarga sakinah


Dalam Islam, terdapat tiga kewajiban bagi orang tua terhadap anak. Tiga kewajiban orang tua untuk anaknya tersebut ialah, pertama, memberikan nama yang baik dan bagus, kedua, memberikan pendidikan yang baik, dan ketiga ialah menikahkannya.

1. Pertama, kewajiban orang tua kepada anaknya ialah memberikan nama anaknya dengan nama sebaik mungkin. Nama menjadi panggilan untuk anak tersebut sehingga jia nama anaknya kurang baik maka akan berdampak kepada orang tuanya juga, karena tidak sedikit orang tuanya kemudian dipanggil dengan nama anak pertamanya dan nama untuk anaknya tidak harus berbahasa arab. 

Pemberian nama kepada anak bukan sekedar untuk nama saja, namun sebisa mungki memperhatikan maknanya dan juga diniatkan untuk tabarrukan kepada arti dari nama tersebut. Seperti contoh nama anak dengan nama Zakiya Fikrotus Su'ada, maka dengan nama itupula diharapkan anak tersebut bisa merepresentasikan dari makna namanya sendiri. yakni, orang yang suci fikirannya dan bahagia. Jadi, hendaknya orang tua jangan asal memberikan nama kepada anaknya tanpa memperhatikan makna dan kebaikan seterusnya untuk anak tersebut. Karena dengan nama itulah anak itu akan dipanggil dan dinisbatkan kepada keluarganya.

Anjuran kepada orang tua agar memberikan nama yang baik tersebut bisa di cek di kitab Al-Adzkarun Nawawi hadits riwayat Abi Darda’. Bunyi haditsnya ialah sebagai berikut:

عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال : قال رسول الله (صلى الله عليه وسلم) : " إنكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم فأحسنوا أسماءكم ".

Artinya, “Dari Abu Darda Ra berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh kalian semua akan dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama ayah kalian. Maka dari itu, perbaguslah nama-nama kalian,’ (Lihat Muhyiddin Abu Zakariya An-Nawawi, Al-Adzkarun Nawawi". Beirut: Dar Kutub: 2004, halaman 411).

Di antara maksud dan tujuan kenapa orang tua dianjurkan agar memberikan nama yang baik kepada anaknya, ialah karena ada beberpa nama yang makruh jika dibuat nama, dan nama ini tidak disukai oleh Nabi Muhammad SAW. Seperti contoh nama Untung (Rabaḥ), Sukses (Najah), menang (Aflaḥ), Kaya (Yasar), dan raja diraja (Malikul Amlak). 

Berikut hadits yang menerangkan hal di atas:

عن سمرة بن جندب رضي الله عنه قال : قال رسول الله (صلى الله عليه وسلم) : " لا تسمين غلامك يسارا ، ولا رباحا ، ولا نجاحا ، ولا أفلح 

Artinya, “Dari Samurah bin Jundab RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Jangan kalian memberi nama anak kalian dengan nama Yasar, Rabah, Najah, dan Aflah,’” (Lihat Muhyiddin Abu Zakariya An-Nawawi, Al-Adzkarun Nawawi, Beirut, Dar Kutub: 2004, halaman 412). 

Namun demikian, bukan berarti nama-nama tersebut tidak boleh digunakan. hanya saja nama di atas tidak dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk digunakan sebagai nama dan jika digunakan juga tidak berdosa. Karena itulah, orang tua memberikan nama anaknya dengan bahasa apa saja diperbolehkan dengan ketentuan nama yang digunakan bermakna baik dan diusahakan tidak dengan nama-nama yang ada pada hadits di atas. 

Dalam keterangan yang lain Nabi Muhammad SAW justru menganjurkan agar orang tua dalam memberikan nama kepada anaknya ialah menggunakan nama yang disukai oleh Allah SWT, yaitu seperti nama Abdullah, Abdurrahman, nama-nama para nabi. Keterangan ini terdapat dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud dari sahabat Abu Wahb Al-Jusyami sebagai berikut:

 عن أبي وهب الجشمي الصحابي رضي الله عنه قال : قال رسول الله (صلى الله عليه وسلم) : " تسموا بأسماء الأنبياء ، وأحب الأسماء إلى الله تعالى : عبد الله وعبد الرحمن ، وأصدقها : حارث وهمام ، وأقبحها : حرب ومرة 

Artinya, “Dari Abi Wahb Al-Jusyami RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Berilah nama (kepada anak-anakmu) dengan nama-nama para nabi, dan nama-nama yang paling disukai oleh Allah SWT adalah Abdullah dan Abdurrahman. Sedangkan yang pertengahannya adalah Haris dan Hammam. Adapun nama yang paling jelek adalah Harb dan Murrah,” (Lihat Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, [Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], juz IV, halaman 474). 

Kemudian, dalam tradisi yang berlaku di khalayak masyarakat, ketika terdapat bayi yang baru lahir maka biasanya bayi tersebut akan diberi nama pada hari ke tujuh ada juga pada hari ke empat puluh dari kelahirannya, hal semacam ini biasa disebut dengan istilah tradisi molang are. 

Pada hari ke empat puluh dari kelahiran bayi tersebut biasanya sekaligus dengan dilakukan penyembelihan dua ekor kambing bagi anak laki-laki dan satu kambing bagi anak perempuan. Acara yang sudah mendarah daging di masyarakat ini biasanya tidak hanya diisi dengan makan-makan saja, namun diisi dengan pembacaan khatmil qur’an, kadang hanya baca Yasin saja dan biasanya akan ditutup dengan pembacaan shalawatan bersama, seperti maulid diba'. 

Berikut haditsyang menerangkan tentang perintah untuk memberikan nama kepada anaknya yang baru lahir

أن النبي صل الله عليه و سلم أمر بتسمية المولود يوم سابعه، و وضع الاذى عنه، و العقّ. 

Artinya: "Bahwa sesungguhnya Nabi memerintahkan untuk memberikan nama pada hari ketujuh, menghilangkan kesengsaraan dari padanya dan aqiqah". (Muhyiddin Dhib, Lawami’ al-Anwar; Syarh Kitab al-Adzkar, Bairut, Dar Ibn Kathir, 2014, juz 2, halaman: 143)

Namun demikian, hadits di atas tidak memutlakkan harus memberi nama anak pada hari ke tujuh pada hari kelahiran. Sehingga andai saja ada orang tua yang memberikan nama pada hari pertama kelahiran, maka tidak apa-apa

2. Kedua, memberikan pendidikan yang baik. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang baik, hal ini untuk kebaikan masa depannya, kebaikan dalam melaksanakan eksistensi sebagai umat beragama Islam dan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan banyak ilmu untuk menjalani kehidupannya dengan baik.

Dalam Islam setiap manusia muslim laki-laki dan perempuan diwajibkan untuk belajar, bahkan sejk dari buaian hingga ke liang lahat. Hal ini mempertegas betapa pentingnya sebuah pengetahuan dan pendidikan. Dengan pendidikan yang baik tentu akan membuat hidup manusia itu berjalan dengan baik, mengerti cara bersosial dengan baik, dan mengerti cara melaksanakan kewajiban sebagai orang islam dengan benar. 

Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut:

اطلبوا العلم ولو بالصين

Artinya, “Tuntutlah ilmu, walau ke negeri Cina” (Diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman, No. 1612)

Dalam keterangan yang lain disebutkan sebagai berikut:

اطلب العلم من  المهد إلى اللحد

Artinya : “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat” 

Ilmu adalah perhiasan bagi pemiliknya, dalam syair disebutkan sebagai berikut:

  وفضل وعنوان لكلّ المحامد v تعلّم فانّ العلم زين لأهله

من العلم واسبح في بحور الفواءد v وكن مستفيدان كل يوم زيادة

Artinya, “Belajarlah, karena ilmu adalah perhiasan bagi pemiliknya, dan keutamaan baginya serta tanda setiap hal yang terpuji. Jadilah kamu orang yang mencari faedah, setiap harinya bertambah ilmu dan berenang di atas lautan faedah.”

Dari keterangan di atas dapat difahami bahwa betapa pentingnya ilmu atau pengetahuan untuk keberlangsungan menjalani hidup di muka bumi, selain banyak yang harus diketahui oleh setiap muslim yang berhubungan dengan kewajibannya sebagai orang Islam, juga pengetahuan dibutuhkan untuk dapat melangsungkan eksistensi hidupnya dengan baik dan mengantarkannya kepada kebahagiaan. 

Imam syafii berkata bahwa orang yang tidak betah dengan pahitnya menuntut ilmu, maka dia akan menanggung pahitnya kebodohannya kelak.

Tatkala orang tua memberikan pendidikan yang baik, maka orang tua tersebut akan mendapatkan aliran pahala. Sebagaimana keterangan hadits dibawah ini:

 عن جابر بن سمرة رضي الله عنه قال قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم  لأنْ يُؤَدِّبَ الرجلُ وَلَدَه خيرٌ من أن يتصدق بصاع أخرجه الترمذي

Artinya, “Dari sahabat Jabir bin Samurah ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Pengajaran seseorang pada anaknya lebih baik dari (ibadah/pahala) sedekah satu sha,” (HR At-Tirmidzi).

Pendidikan yang diajarkan sejak kecil hendaknya pada hal-hal yang berkaitan dengan akhlak atau adab, sebagaimana sabda Nabi Muhammad berikut:

عن أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا خَيْرًا لَهُ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ   

Artinya, “Dari Ayyub bin Musa, dari bapaknya, dari kakeknya, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada pemberian orang tua terhadap anaknya yang lebih baik dari adab yang baik," (HR At-Tirmidzi). 

Dalam riwayat lain Rasulullah juga menyampaikan agar para orang tua menanamkan etika dan norma-norma moral kepada anak-anaknya. Sebagaimana penjelasan hadits di bawah ini:

 عن ابن عباس عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال أَكْرِمُوْا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوْا آدَابَهُمْ رواه ابن ماجه 

Artinya, “Dari sahabat Abdullah bin Abbas ra, dari Rasulullah saw bersabda, ‘Muliakanlah anak-anakmu, perbaikilah adab mereka," (HR Ibnu Majah)

Madrasah pertama bagi anak-anak adalah keluarga, khususnya ibu yang mengandungnya. Sehingga dengan demikian hendaknya ibu mempunyai pengetahuan yang cukup untuk diajarkan kepada anaknya sejak dini. Seperti ilmu tentang cara makan yang benar, cara membaca yang baik, cara berbicara yang santun dan seterusnya. Lebih-lebih jia orang tua mencontohkannya terlebih dahulu sehingga anak bisa mencontoh secara langsung perbuatan yang baik itu bagaimana. Sebagaimana yang ada dalam pepatah berikut:

 لِسَانُ الْحَالِ أَفْصَحُ مِنْ لِسَانِ الْمَقَالِ 

Artinya: “Contoh perbuatan lebih efektif (lebih berpengaruh) daripada perkataan”

Mengajarkan suatu hal memang akan lebih mudah difahami dan dicontoh langsung tatkala anak itu diberikan contoh oleh orang tuanya, sehingga anak bisa denga mudah mengerti apa maksud dari apa yang di ajarkan oleh orang tua. Terlebih orang tua mendidik anaknya dengan menggunakan metode pembiasaan. 

Kenapa demikian? karena lebih tepatnya, untuk anak-anak hanya butuh pada pembiasaan saja, misalnya jika anak tersebut sejak kecil biasa dibawa kemusholla atau biasa diajak sholat ketika waktunya sholat. Maka kemudian hari pasti anak itu tanpa diminta sudah sadar dengan sendirinya bahwa pada waktu yang sama ia harus mengerjakan sholat, begitu juga dengan hallainnya. karena anak kecil hanya butuh contoh bukan materi yang banyak.

Di antara pendidikan yang pertama harus diberikan ialah pendidikan yang berhubungan dengan kewajibannya sebagai umat Islam, yakni pendidikan tentang bersuci, sholat, zakat, puasa dan haji. Pendidikan tentag tauhid dan akhlak. Setelah itu kemudian baru pendidikan yang lainnya

Dalam hal ini sudah dijelaskan dalam surat Luqman ayat 17 berikut:

 يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَآ اَصَابَكَۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ 

Artinya, "Wahai anakku, dirikanlah shalat dan ajaklah manusia berbuat baik dan cegahlah mereka dari perbuatan mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara penting".

Kemudian dalam hadits juga disampaikan sebagai berikut:

 عن عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: مُرُوا أولادَكم بالصلاةِ وهم أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، واضْرِبُوهُمْ عليها، وهم أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ في المَضَاجِعِ

 Artinya, "Dari Amr Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: Rasulullah bersabda: “Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat saat mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka sebab meninggalkan sholat saat mereka berusia 10 tahun dan pisahkan tempat tidur mereka". (H.R Abu Daud)

3. Ketiga, Hal anak pada orang tua yang ketiga ialah dinikahkan. Orang tua punya tanggung jawab untuk menikahkan anaknya tatkala anak tersebut sudah siap, siap secara materi, siap secara pengetahuan dan mental. Karena memang pernikahan bukanlah suatu hal yang biasa saja. Pernikahan ialah suatu perjanjian sakral, perjanjian yang disaksikan banyak malaikan dan manusia. Sehinga tatkala sudah melangsungkan akad nikah jauh-jauhkan fikiran tentang keinginan talak dan semacamnya. 

Dalam Al-Qur'an disebutkan sebagai berikut

وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

Artinya, "Dan mereka (istri-istrimu) telah megambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu." (QS. An-Nisa’: 20-21)

Pernikahan menjadi sarana untuk menjadikan setengah ibadahnya sempurna, dalam sebagian pendapat disampaikan bahwa dengan menikah setegah dari imannya telah sempurna. Yang jelas, sebagai orang tua yang baik, setelah memberikan nama yang baik untuk anaknya, kemudian memberikan pendidikan sebaik mungkin, dan yang terakhir punya tanggung jawab untuk menikahkan anaknya. 

 

REFERENSI/RUJUKAN

Muhyiddin Abu Zakariya An-Nawawi, Al-Adzkarun Nawawi". Beirut: Dar Kutub: 2004, halaman 411 dan 412

Muhyiddin Dhib, Lawami’ al-Anwar; Syarh Kitab al-Adzkar, Bairut, Dar Ibn Kathir, 2014, juz 2, halaman: 143

Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun, juz IV, halaman 474


 

Label: , , , , ,

Kamis, 18 Agustus 2022

Menjaga Harga Diri (Dignity atau self respect)



Harga diri (Dignity atau self respect) itu melekat sepenuhnya pada setiap manusia seumur hidupnya. Mungkin saja kekuasaan atau kesenjangan ekonomi dapat mendegradasi dignity seseorang, tapi sebenarnya sedikitpun self respect itu tidak akan bisa hilang dari pribadinya. Karena ia melekat sepenuhnya hingga penghujung nafas setiap manusia.

Di dalam Islam, terdapat tiga kata yang secara makna saling melengkapi dalam mewujudkan kemuliaan, kehormatan dan menjaga diri. Hal ini disebut dengan izzah (kemuliaan diri), muru’ah (menjaga kehormatan diri), dan iffah (menahan diri). 

Tiga kata di atas saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Kata Izzah juga bermakna kehormatan, keagungan, dan kekuatan. Izzah harus dimiliki dan harus ada dalam hati setiap manusia, Izzah bisa didapatkan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan muru’ah memiliki makna menjaga tingkah laku hingga tetap berada pada keadaan yang paling utama. Menurut Syekh Imam Mawardi dalam Adab ad-dunya waddin, muru’ah memiliki pengertian sebagai berikut:

المروءَة مراعاة الأحوال إلى أن تكون على أفضلها، حتَّى لا يظهر منها قبيحٌ عن قصد، ولا يتوجَّه إليها ذمٌّ باستحقاق  

Artinya, “Muru’ah adalah menjaga tingkah laku hingga tetap berada pada keadaan yang paling utama, supaya tidak melahirkan keburukan secara sengaja dan tidak berhak mendapat cacian.

Jadi, Muru'ah itu tatkala manusia menjaga sikap dan tingkah lakunya agar senantiasa berada dalam keadaan yang baik dan tidak melanggar aturan-aturan dalam islam. Sehingga dengan perbuatan di atas orang itu bisa menjga diri dari perbuatan yang kapan saja bisa membuahkan keburukan.

Sedangkan menurut Mausu’ah Fiqh al-Qulub, muru’ah adalah: “Mengerjakan segenap akhlak baik dan menjauhi segenap akhlak buruk; menerapkan semua hal yang akan menghiasi dan memperindah kepribadian, serta meninggalkan semua yang akan mengotori dan menodainya.”

Adapun makna 'iffah ialah sebuah kemampuan atau sikap manusia dalam menjaga dan menahan diri dari hawa nafsu. Menurut Ibnu Maskawaih dalam kitabnya Tahdzibul Akhlak, 'Iffah adalah suatu kemampuan yang dimiliki manusia untuk menahan diri dari dorongan hawa nafsunya. 'Iffah merupakan sebuah keutamaan yang dimiliki manusia ketika dirinya mampu mengendalikan syahwat dengan akal sehatnya. Dari sifat 'iffah inilah kemudian lahir akhlak yang mulia seperti sabar, qana'ah, jujur, adil, santun, dermawan, dan perilaku terpuji yang lain. 

Sifat 'iffah inilah yang kemudian membuat manusia menjadi mulia (izzah). Sifat Iffah seperti batas pembeda antara prilaku manusia dengan hewan, bagaimana tidak, andaikata manusia sudah tidak lagi memiliki sifat 'iffah, maka dia tidak ada bedanya dengan sifat-sifat hewan. Karena itulah, tatkala seseorang mampu memfungsikan sifat 'iffah-nya, dalam kehidupannya, maka berarti akal sehatnya masih bekerja dengan baik. 

Dengan tiga sifat di atas manusia bisa menjalani kehidupannya dengan penuh arti. Tidak asal bersikap, bertindak dan berbicara ataupun berkomentar. Dengan sifat di atas pula manusia akan bisa menjaga eksistensi sebagai manusia yang sebenarnya melalui ke iffahannya, yakni menjaga dirinya dari dorongan hawa nafsunya. Dan dengan sifat Izzahnya manusia akan terhormat.

Dengan demikian, maka orang yang memiliki harga diri adalah orang yang mampu menampilkan kemuliaan dirinya, yakni 'izzah, menjaga kehormatannya, yakni disebut dengan muru’ah, dan menahan diri dari dorongan hawa nafsu yang disebut dengan 'iffah. Iffah juga bermakna menahan diri dari setiap perbuatan maksiat dan segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT.

Dalam prakteknya, atau pengamalan 'iffah, maka 'iffah terbagi menjadi dua, yakni menjaga dan menahan diri dari syahwat syahwat perut, dan menahan diri dari syahwat kemaluan. Yang dimaksud dengan menahan diri dari syahwat perut ialah menahan diri agar tidak meminta-meminta kepada selain Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah QS Al-Baqarah: 273 berikut:

لِلۡفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحۡصِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسۡتَطِيعُونَ ضَرۡبٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ يَحۡسَبُهُمُ ٱلۡجَاهِلُ أَغۡنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعۡرِفُهُم بِسِيمَٰهُمۡ لَا يَسۡ‍َٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلۡحَافٗاۗ وَمَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ 

Artinya, “(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui" (QS Al-Baqarah: 273)

Sedangkan dalil yang menerangkan tentang menjaga diri dari syahwat kemaluan di antaranya ialah firman Allah pada surah an-Nur: 33 berikut:

وَلۡيَسۡتَعۡفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغۡنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ  

Artinya, “Dan orang-orang yang belum mampu untuk menikah hendaklah menjaga kesucian dirinya sampai Allah menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya” (QS an-Nur: 33). 

Hendaklah kita menjadi manusia yang hanya memusatkan permintaan kita kepada Allah melalu doa dan membuktikan keseriusan kita dalam mintanya dengan bekerja keras dan sekuat tenaga, sabar dalam menjalani kehidupan tamun tetap berusaha untuk bangkit dan menjadi lebih baik lagi baik dalahm hal ibadah kita ataupun baik dalam ekonimi. Sehingga keduanya ketka berjalan seiringan, maka hidup kita akan menjadi lebih baik lagi dalam menjalaninya sehari-hari. Rasulullah bersabda sebagai berikut:

مَا يَكُوْنُ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ لاَ أَدَّخِرُهُ عَنْكُمْ، وَإِنَّهُ مَنْ يَسْتَعِفَّ يُعِفَّهُ اللهُ وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبّرِهُ اللهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَلَنْ تُعْطَوْا عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ 

Artinya, “Kebaikan (harta) yang ada padaku tidak ada yang aku simpan dari kalian. Sesungguhnya siapa yang menahan diri dari meminta-minta, Allah akan memelihara dan menjaganya. Siapa yang menyabarkan dirinya dari meminta-minta, Allah akan menjadikannya sabar. Siapa yang merasa cukup dengan Allah dari meminta kepada selain-Nya, Allah akan memberikan kecukupan kepadanya. Tidaklah kalian diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. al-Bukhari). 

Sifat Iffah sendiri menjadi sifat yang sangat potensial pada diri setiap manusia, karena itulah menusia harus mendapatkan pendidikan yang baik sehingga ia dapat membentengi dirinya dari perbuatan yang tidak baik dan terus bisa menjaga eksistensinya sebagai manusia dengan menjaga kemuliaan dan berbuat mulia. 'Iffah tidak bisa diraih hanya dengan mempelajari teori. 

Sifat 'Iffah bisa dimiliki oleh setia manusia dengan syarat orang tersebut mau dan berusaha untuk terus melatih diri dan juga melalui pendidikan jiwa, yakni dengan memperbanyak mengerjakan amalan yang baik.

Sifat Iffah adalah bagian dari tingkat tertinggi dari akhlak manusia, dan juga menjadi perantara manusia tersebut dicintai oleh Allah SWT. Kenapa sdemikian?, dikarenakan denga sifat Iffah inilah kemudian melahirkan banyak sifat mulia dan terpuji sebagaimaa yang disampaikan di atas. Sehingga jika sifat 'iffah dari manusia sudah hilang, maka akan memberikan banyak pengaruh yang negatif dalam dirinya. Diantara dampat terburuknya ialah dapat membawanya pada perbuatan maksiat yang kemudian ia tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan salah, baik dan buruk, dan mana yang halal dan haram dikarenakan akal sehatnya sudah tertutup oleh syahwat semata.

Di antara doa yang diajarkan oleh Rasulullah untuk memiliki sifat 'iffah terdapat dalam kitab al-adzkar an-Nawawi, berikut bunyi doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اْلهُدَى وَالتُّقَى وَاْلعَفَافَ وَاْلغِنَى 

Artinya, "Ya Allah aku mohon kepadamu petunjuk, takwa, iffah (pengendalian diri), dan kecukupan" (HR Muslim).

Dalam kitab al-adzkar an-Nawawi tersebut dijelaskan bahwa doa di atas hendaknya dibaca pada pagi hari. Di antara tujuannya ialah agar sejak pagi kita sudah bisa terjaga dari perbuatan-perbuatan yang menjerumuskan kita kepada perbuatan maksiat yang menghasilkan dosa.

Sudah menjadi maklum dan masyhur bahwa semua manusia akan berusaha untuk mempertahankan harga dirinya, setiap manusa akan merasa menjadi wajib baginya untuk terus menjaga dan mempertahankan harga diri dengan harapan esistensi dalam hidupnya bisa berjalan dengan baik tanpa adanya tekanan dan kecanggungan dalam hidup bersosial. 

Di antara upaya untuk menjaga harga dirinya biasanya banyak orang bersikap dengan berupaya sekuat tenaga dan bekerja sekeras mungkin untuk mendapatkan banyak harta, dan mendapatkan pangkat jabatan. Semua ini dimaksudkan untuk menjaga harga dirinya dari kemiskinan dan meminta-minta. Hal ini menjadi baik tatkala niatnya semata-mata tetal Lillahi Ta’ala, karena memang dikehidupan sekarang yang serba instan, serba ber-uang, dan maka di atara cara untuk menghindarkan diri dari meminta-minta ialah dengan bekerja dengan semangat, dan mencari uang sebanyak mungkin. Allah SWT juga memerintahkan hambanya selain berdoa juga agar bekerja dengan baik, Allah tidak menyukai sikap hambanya yang pemalas dan putus asa.

Seperti yang kita tau seringkali kesenjangan sosial atau ekonomi menjadi pemicu manusia merasa rendah harga dirinya bagi yang miskin ekonomi dan mudah merendahkan karena merasa banyak harta. Hal yang demikian tidak dibenarkan dalam Islam, karena selain hidup ini memang tentag penghambaan kepada Allah dengan sepenuhnya dan setulusnya. Juga harta hanyalah sebatas harta jika tidak digunakan dengan baik dan dibuat untuk membantu sesame yang kemudian berbuah kebaikan bagi dirinya sendiri. 

Harta tetap harus dicari, bahkan islam tida pernah melarang hambanya untuk kaya raya, hal itu juga untuk menghindarkan dirinya dari meminta-minta dan agar hidupnya lebih khusuk dalam beribadah kepad Allah SWT. Bahkan kaum shufipun banyak yang kaya raya, karena yang dimaksud dengan shufi bukanlah orang yang tidak mau dengan harta sama sekali. Tetap mencari tapi merasa tidak memiliki tatkala sudah dimiliki sehingga adanya dunia tidak membuatnya menjauh dari Allah, dan tidak mengurangi ibadahnya. Justru sebaliknya.

Maka, dengan bermodalkan kekayaan harta yang dimilikinya, seseorang akan merasa bahwa harga dirinya semakin baik dan terjaga dari hinaan dengan dalih ekonomi dan terjaga martabatnya sehingga dirinya bisa dengan mudah bergaul dengan banyak manusia. Dalam hal ini hendaknya tetap harus diiringi dengan sikap tidak sombong dan tetap sadar bahwa harta yang dimilikinya semata-mata hanyalah titipan dari Allah SWT yang kapan saja bisa Allah ambil Kembali. Dengan demikian setiap nikmat sudah seharusnya selalu disyukuri, syukur dalam bentuk ucap dan perbuatan denga memperbanyak berbuat baik melalui harta yang dimilikinya, yakni dengan banyak membantu orang lain. 

Dalam Islam juga disampaikan agar umat manusia hendaknya menjaga harga diri dan rasa malu. Islam mempunyai lima perkara yang harus tetap dipertahankan oleh setiap manusia atau pemeluknya, yaitu: agama, jiwa, harta, keturunan, dan akal, Lima hal ini disebut dengan Maqhoshid Asy-Syari’ah yang harus selalu dijaga.

Islam sebagaimana yang disampaikan di atas, bahwa islam mengajarkan kepada umatnya agar di dalam menjalani kehidupannya hendaknya berlomba-lomba untuk mendapatkan derajat atau martabat yang tinggi, khususnya di hadapan Allah. Banyak konsep tentang derajat yang tinggi dalam Islam, misalnya dengan konsep menjadi orang yang beriman, menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah (muttaqien), dan menjadi orang yang sabar serta dan menjadi orang yang berilmu. Jika diperhatikan lebih mendalam lagi, kunci utamanya ialah dengan berilmu sebaik dan setinggi mungkin sehingga bisa menjalani kehidupannnya dengan baik sesuai dengan ketentuan dan asas-asal dalam kehidupan. Baik kehidupan dalam konteks hablun minAllah ataupun hablum minannas. 

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam A-Qur,an Surat Al Mujadalah ayat 11 berikut:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya, "Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadalah: 11)

Jagalah harga diri kita dengan tetap mempertahanan keimanan kita dan menjaga perbuatan kita dari hal-hal yang berakibat pada perbuatan buruk dan maksiat, baik maksiat kepada sesame manusia ataupun kepada Allah dengan meninggalkan kewajiban dan melanggar larangannya. Jadilah manusia yang dapat mempertahankan lima perkara di atas, yakni agama, jiwa, harta, keturunan, dan akal. Tetaplah menjaga eksistensi hidup kita dengan terus menjalankan kehidupan dengan memperhatikan tiga sifat ataupun sikap di atas, yakni izzah (kemuliaan diri), muru’ah (menjaga kehormatan diri), dan iffah (menahan diri).



REFERENSI/RUJUKAN

https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-pentingnya-menjaga-harga-diri-7mqZ1

Label: , , , , , , , ,

Keutamaan Hari Jum'at dan Amalannya

amalan hari jumat


A. Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

1. Membaca Surah Al-Kahfi

Dalam masalah ini, Imam Syafii memberikan penjelasan terkait dianjurkannya untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pendapat ini berdasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW. Begitu juga sangat dianjurkan untuk membaca surat Al-Kahfi pada Kamis malam atau malam Jumat dan juga siang harinya.
Pendapat Imam Syafii tersebut terdapat dalam kitabnya, yakni kitab , Al-Umm, Bairut-Dar al-Ma’rifah, 1393 H, juz, 1, h. 207. 

      (قَالَ الشَّافِعِيُّ) أَخْبَرَنَا إبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنُ مَعْمَرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ( قال الشَّافِعِيُّ ) وَبَلَغَنَا أَنَّ مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ وُقِيَ فِتْنَةَ الدَّجَّالِ. ( قال الشَّافِعِيُّ ) وَأُحِبُّ كَثْرَةَ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي كُلِّ حَالٍ وَأَنَا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَتِهَا أَشَدُّ اسْتِحْبَابًا وَأُحِبُّ قِرَاءَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَهَا لِمَا جَاءَ فِيهَا 

Artinya: "Imam Syafi’i berkata, telah mengkhabarkan kepadaku Ibrahim bin Muhammad, ia berkata telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman bin Ma’mar bahwa Nabi saw bersabda, “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat”. Beliau juga berkata, dan telah sampai kepadaku riwayat yang mengatakan bahwa barang siapa yang membaca surat al-Kahf maka ia dilindungi dari fitnahnya Dajjal. Selanjutnya beliau mengatakan, bahwa saya menyukai banyak-banyak membaca shalawat kepada Nabi saw dalam setiap keadaan, sedang pada hari Jumat saya lebih menyukainya (dengan memperbanyak lagi membaca shalawat), begitu juga saya suka membaca surat al-Kahf pada malam Jumat dan siangnya karena adanya riwayat dalam hal ini” (Muhammad Idris asy-Syafi’i, al-Umm, Bairut-Dar al-Ma’rifah, 1393 H, juz, 1, halaman 207).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka hukum membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat itu memang benar sunah. Karena, didukung pula dengan riwayat yang mengatakan bahwa barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi, maka akan dilindungi dari fitnah Dajjal. 
Terlepas dari hukum membaca surah al-kahfi di atas, membaca al-Qur'an sudah jelas mebuahkan pahala. Membaca satu hurufnya diganjar atau diberi pahala 10. Sebagai orang muslim sudah sepatutnya tidak mempertanyakan lagi, apa dalilnya, siapa yang berpendapat dan seterusnya. 

Kemudian keterangan lain yang menjelaskan terkait dengan keutamaan malam jum'at dengan membaca surah al-kahfi adalah sebagai berikut:

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُذْرِيّ قَالَ مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ 

Artinya "Diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri, ia berkata, Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka Allah SWT akan menyinarinya dengan cahaya antara dia dan rumah yang penuh dengan keindahan". (Sunan Ad-Darimi, 3273)

Berikut hadits yang menjelaskan tentang keutamaan membaca Al-Qur’an yang cukup familiar, yakni hadits riwayat Abdullah Ibnu Mas‘ud yang menyatakan, bahwa setiap huruf yang dibaca akan diberi balasan satu kebaikan. Setiap kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh, sebagaimana berikut ini.

   عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ 
Artinya: "Kata ‘Abdullah ibn Mas‘ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).

Hari Jumat merupakan hari yang sangat luar biasa keistimewahannya, karena terdapat banyak peristiwa yang penting terjadi pada hari Jumat. Seperti contoh diciptakannya Nabi Adam AS. dan peristiwa dimasukkan dan dikeluarkannya dari surga juga terjadi pada hari Jumat. 

Sebagaimana keterangan hadits di bawah ini yang menjelaskan bahwa Sesungguhnya hari yang paling mulia bagi kalian adalah hari Jum’at. Pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, di hari itu ditiupkan ruh, dan pada hari itu dilaksanakan siksaan. Berikut bunyi haditsnya:

عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثَرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ، فّإنَّ صّلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ، قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ؟- أي بَلِيْتَ- قَالَ: إنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ حَرَّمَ عَلَى الْأرْضِ أنْ تَأكُلَ أجْسَادِ الْأنْبِيَاءِ—سنن ابن ماجه 

Artinya, "Diriwayatkan dari Aws bin Aws, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya hari yang paling mulia bagi kalian adalah hari Jum’at. Pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, di hari itu ditiupkan ruh, dan pada hari itu dilaksanakan siksaan. Karena itu maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Sebab shalawat yang kamu baca pada hari itu akan didatangkan kepadaku. Lalu sahal seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah bagaimana mungkin shalawat yang kami baca itu bisa dihadapkan kepadamu, padahal engkau telah hancur dimakan bumi? Rasulullah SAW menjawab: Sesungguhnya Allah ’Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi-Nya". (HR Ibnu Majah, 1075)

Di atara peristiwa penting yang terjadi pada hari jumat ialah diriwayatkan bahwa kelak hari kiamat jatuh pada hari Jumat, hal ini sebagaimana riwayat yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim.

Sebagaimana riwayat yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim.

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ 
Artinya: "Sebaik-baiknya hari di mana sang surya menyinarinya adalah hari Jumat. Pada hari Jumat Nabi Adam  as dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jumat" (HR Muslim).  

2. Membaca Surah Yasin

Di antara sekian banyak kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat saat mengisi kegiatan keagamaan di malam Jumat adalah dengan membaca surat Yasin, bahkan sore harinya tida sedikit yang berdatangan ke kuburan untuk ziyaroh kemudian membaca yasin. Surat yasin juga dibaca dibanyak majelis. Ada yang menjadikannya sebagai rangkaian bacaan tahlil, ada juga yang biasa kita kenal dengan sebutan jamaah Yasinan, atau sebatas kegiatan masyarakat yang dikhususkan di malam jum'at dengan membaca surat yasin.
Berikut di antara dalil yang menjelaskan keutamaan membaca surah yasin di malam jumat yang disebutkan secara tegas dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud sebagai berikut: 

   من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله   

Artinya: "Barang siapa membaca surat Yasin dan Al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya". (HR Abu Daud dari al-Habr)  

3. Membaca Sholawat

Terkait dengan keutamaan memperbanyak membaca sholawat di malam jumat ataupun hari jumat, maka sudang dijelaskan secara gamblang di banyak kitab oleh ulamak. Diantaranya sebagaimana penjelasan yang ada dalam kitab Nawadirul Hikayah karya Syaikh Syihabuddin bin Salamah al-Qulyuby, berikut bunyi haditsnya: 

 روي عن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله غليه وسلم: "من صلى عليّ في يوم الجمغة مائة مرة قضى الله له مائة حاجة, سبعين من حوائج الأخرة وثلاثين من حوائج الدنيا. ويوكل الله بصلاته على ملكا حتى يدخلها على قبري كما تدخل على أحدكم الهداية. ويخبرني بإسمه فأثبته عندي في صحيفة بيضاء وأكفئه بها يوم القيامة

Artinya: "Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu 'Anhu berkata: Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasalam bersabda: Barang siapa bershalawat kepadaku di hari Jumat 100 kali, maka Allah akan mengabulkan baginya 100 hajat (kebutuhan), yang 70 dari kebutuhan akhirat dan 30 dari kebutuhan-kebutuhan duniawi. Dan Allah membebankan shalawat tersebut kepada malaikat hingga menghaturkannya ke kuburanku, layaknya (cahaya) hidayah yang masuk kepada kamu sekalian. Dan malaikat memberi tahu akan namanya, kemudian aku menetapkannya di sampingku di dalam lembaran yang putih bersih, dan dengan shalawatnya, aku mencukupinya (memberi syafaat) kelak di hari kiamat". 

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa hendaknya manusia memperbanyak membaca sholawat. hadits tersebut diriwayatkan dari Aus bin Aus, Rasulullah SAW bersabda: 

ان من افضل ايامكم يوم الجمعة فيه خلق ادم و فيه قبض وفيه النفخة وفيه الصعقة فاكثروا من الصلاة علي فيه فان صلاتكم معروضة علي

 Artinya, "Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah Hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptaan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk.  Oleh karena itu perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat kalian akan dipersembahkan kepadaku".

Dalam hadits lain, yakni hadits riwayat Abi Umamah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

 اكثروا من االصلاة علي فى كل يوم جمعة فمن كان اكثرهم علي صلاة كان اقربهم منزلة

Artinya, "Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku setiap hari Jumat. Barang siapa yang paling banyak membaca shalawat atasku, maka dia paling dekat kepadaku kedudukannya." 

Begitu juga dengan hadits yang bersumber dari riwayat sahabat Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

 من صلى علي في يوم الجمعة الف مرة لم يمت حتى يرى مقعده فى الجنة 

Artinya, "Barang siapa membaca shalawat atasku pada hari Jumat seribu kali, maka ia tidak mati kecuali akan diperlihatkan kedudukannya di surga." 

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa betapa agung dan dahsyatnya keutamaan membaca sholawat, khususnya pada malam jumat sangat di anjurkan untuk memperbanyak sholawat. Terlebih dalam banyak riwayat disebutkan bahwa dengan membaca satu sholawat maka akan diberikan 10 kali lipat pahala. Hal ini sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim berikut:

  مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Artinya, “Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali,” (HR Muslim). 

Sebagamana penjelasan dari banyak hadits di atas bahwa shalawat nabi memiliki banyak keutamaan bagi yang umat mengamalkannya atau membacanya, lebih-lebih degan jumlah yang banyak. Selain soal pahala bagi yang membacanya, amal dari membaca shalawat kepada Rosulullah juga dapat menghapuskan dosa dan mengangkat derajat orang yang membacanya, keterangan ini sebagaimana yang ada dalam keterangan hadits riwayat An-Nasa’i berikut: 

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ 

Artinya, "Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan," (HR An Nasa’i)


B. Dalil Keutamaan Hari Jum'at

Hari Jumat merupakan hari yang agung, mulia dan disebut dengan sayyidul ayyam. Allah SWT memuliakan umat Nabi Muhammad SAW dengan hari Jumat, kemuliaan ini tidak diberikan kepada umat nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad SAW diutus. Pada malam jum'at umat Nabi Muhammad dianjuran untuk meningkatkan amal ibadah dan memperbanyaknya, seperti yang sudah masyhur di antaranya ialah memperbanyak membaca shalawat kepada Rasulullah SAW, memperbanyak sedekah, membaca yasin, dan lai-lain.

Terkait dengan keutamaan dan kemuliaan hari jumat, maka terdapat beberapa dalil yang menunjukkan terhadap keutamaan hari Jumat. Antara lain ialah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad yang meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ubadah, berikut bunyi haditsnya:

 سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya: "Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung daripada hari raya kurban dan hari raya fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat".

Dalam hadits lain disebutkan, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash berikut: 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ 

Artinya, “Tiada seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur”.

Hadits di atas menurut ulamak mencapai tingkatan hadits hasan, hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam kitab Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal. 286 cetakan Pondok Pesantrena Jampes Kediri, dengan mengutip keterangan dari Imam al-‘Azizi bahwa hadits tersebut mencapai tingkatan derajat hadits Hasan.

Di antara keutamaan hari jum;at yang lain ialah dengan melaksanakan shalat Jumat, maka orang yang tidak mempu di ibaratkan dengan naik haji pada hari jumat tersebut, artinya hari jum'at merupakan hajinya orang-orang yang tidak mampu. Hal ini sebagaimana Sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam al-Qadla’i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

 اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ
 
Artinya, “Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir”.
 
Kemudian, terkait dengan hadits tersebut, Syekh Ihsan bin Dakhlan menjelaskan sebagai berikut:

 يَعْنِيْ ذَهَابُ الْعَاجِزِيْنَ عَنِ الْحَجِّ اِلَى الْجُمُعَةِ هُوَ لَهُمْ كَالْحَجِّ فِيْ حُصُوْلِ الثَّوَابِ وَاِنْ تَفَاوَتَ وَفِيْهِ الْحَثُّ عَلَى فِعْلِهَا وَالتَّرْغِيْبُ فِيْهِ
Artinya, “Maksudnya ialah, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju shalat Jumat, seperti berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala, meskipun berbeda tingkat pahalanya. Dalam hadits ini memberi dorongan untuk melakukan Jumat”. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.282, cetakan Ponpes Jampes Kediri,). 

Hal serupa terkait keutamaan di hari jumat disampaikan dalam hadits lain, hadts ini menjelaskan tentang rangkaian ibadah di hari jumat yang membuahkan pahala. Berikut bunyi haditsnya: 

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا 
Artinya, “Barang siapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun". (HR. Al-Tirmidzi dan al-Hakim). 

Menurut Imam al-Tirmidzi hadits di atas statusnya mencapai derajat hadits Hasan, sedangkan menurut al-Hakim hadits tersebut mencapai derajat hadits Shahih. 

Keterangan lain disampaikan dalam Hadits shohih muslim atau Imam Muslim adapun haditsnya sebagai berikut: 

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ 

Artinya, “Barang siapa berwudlu kemudian memperbaiki wudlunya, lantas berangkat Jumat, dekat dengan Imam dan mendengarkan khutbahnya, maka dosanya di antara hari tersebut dan Jumat berikutnya ditambah tiga hari diampuni”. (HR. Muslim).



REFERENSI/RUJUKAN

Muhammad Idris asy-Syafi’i, al-Umm, Bairut-Dar al-Ma’rifah, 1393 H, juz, 1, halaman 207

Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.282, cetakan Ponpes Jampes Kediri,

Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam kitab Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal. 286 cetakan Pondok Pesantrena Jampes Kediri

Kitab Nawadirul Hikayah karya Syaikh Syihabuddin bin Salamah al-Qulyuby

HR. Al-Tirmidzi dan al-Hakim

HR. Muslim dan HR An Nasa’i

https://lampung.nu.or.id/syiar/dalil-keutamaan-membaca-surat-al-kahfi-di-malam-jumat-ZN3ru

https://jatim.nu.or.id/keislaman/malam-jumat-disunahkan-membaca-surat-al-kahfi-ini-dalilnya-I2OUH

https://islam.nu.or.id/jumat/dalil-keutamaan-hari-jumat-XB4Tt

https://islam.nu.or.id/jumat/nilai-lebih-baca-sholawat-pada-hari-jumat-GVoMT

https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/perhatikan-10-keutamaan-membaca-shalawat-nabi-4ZyBE

Label: , , , , , , ,

Selasa, 16 Agustus 2022

Diktum Cinta

 


Setelah mengimami sholat isyak, berdzikir, berdoa dan membaca sholawat karangan pendiri pesantren al-khoirot bersama seluruh santri. Kemudian pemuda itu sholat sunnah dua rokaat dan turun dari masjid. Ia memasuki kantor dan membuka HP untuk melihat pesan WhatsApp. Di antara sekian pesan yang ada, pemuda itu terlebih dahulu membuka pesan dari pamannya, paman zaini. Ia menerima pesan yang berisi nomor dari gadis yang tadi sorenya dipinang atau dikhitbah untuknya.

Sore setelah asar bapak dan paman pemuda itu bersama dengan seorang Habib meminang gadis sholihah untuk anaknya. Dengan rasa syukur yang sangat amat ia panjatkan, karena khitbahnya diterima. Namun demikian, pemuda ini sampai detik itupun belum punya media untuk berkenalan dengan gadis tersebut, sehingga pamannya lah yang memintakan nomornya pada ibu dari gadis itu sendiri.

Setelah menyimpan nomornya dengan baik, kemudian pemuda itu menghubunginya dengan pesan singkat, salam dan bertanya apakah benar atau tidak nomor yang ia maksud. Setelah dijawab salamnya dan dinyatakan benar nomornya ialah nomor gadis yang tadi sore dikhitbah. Akhirnya pemuda itupun menutup HP nya dan bersiap ke masjid untuk mengaji kitab ke salah satu pengasuh pesantren.

Hari-hari berjalan dengan baik, keduanya semakin kenal dan saling bertanya-tanya seputar masa lalu dan pendidikannya. Dua hari kemudian lamaran dilangsungkan, lamaran berjalan dengan baik dan penuh haru. keduanya benar-benar resmi bertunangan, keduanya juga saling menjaga diri untuk menunggu masa di mana nantinya keduanya disatukan dalam ikatan suami istri yang sah.

Seiring berjalannya waktu, saling kirim pesan melalui WhatsApp, saling bercanda melalui kata-kata singkat. Pemuda itupun kadang heran, Gadis yang katanya orangnya cuek dan sulit bergaul, namun kenapa aku selalu bisa melihat sisi-sisi romantis dan perhatiannya yang kemudian dapat menerbitkan senyumku. wkwkwk.. Gini amat rasanya punya tunangan, lantas bagaimana kalua sudah jadi suami istri, hehehe.

Pemuda itupun membuat story WhatsApp yang menggambarkan kebahagiaannya, status itupun ditulis dengan berbahasa arab, ya biar lebih keren dikit lah. Masa iya bahasa Indonesia terus hehe

Berikut isi tulisannya:

فإذا سألتني من لحياتي كافية؟، فاعلم إنها فائزة المشرفة، هي إمرأة صالحة متدينة متعلمة و جميلة فى الأخلاق

Artinya “Jika kamu tanya siapakah orang yang cukup dalam hidupku? Maka ketahuilah sesungguhnya dia adalah Faizatul Musyarrofah, Dia gadis yang cantik, sholihah, baik agamanya, bagus pendidikannya dan cantik rupa serta akhlaknya”.

Tanpa disadari setelah sekian menit sttus itu di kirim pada stori WhatsApp, banyak banget orang-orang yang mengomentari, ada yang mendoakan, bertanya siapa Namanya, orang mana, ketemu di mana, apakah teman kuliahnya, dan kapan nikahnya. Yang sangat berbeda ialah komentar dari salah satu temannya yang sudah menikah duluan. Dia ialah ustadz Edi Purwanto, dia lebih tertuju pada susunan kata-kata yang pemuda itu tulis, menurutnya bagus sekali dan gurih dibaca dan didengar narasi bahasa abarnya.

Pemuda itu berkata:

Dari nama indahnya itu pula muncul harapanku, semoga aku dan kamu mendapati kemenangan dalam hidup, menang melawan hawa nafsu, dan menang mengendalikan amarah sehingga kehidupan kita nanti penuh dengan keharmonisan dan cinta kasih, nama depanmu, Faizah. Berharap, aku dan kamu dapat menjalani kehidupan Bersama setelah sah sebagai suami istri dengan kehidupan yang mulia, sebagaimana arti kata di akhir namamu. Musyarrofah.

Kita memang tidak pernah saling kenal sebelumnya, bahkan kita hanya berproses 15 hari dari pertama kali aku menerima foto kamu sampai akhirnya kita resmi bertunangan. Kamu sebagai anak penurut yang mengerti betul keinginan baik kedua orang tuamu, dengan ilmu yang kamu miliki dan didikan baik dari kedua orang tuamu akhirnya membuatmu mampu menerima semuanya dengan baik, ridho dengan keadaan dan bahagia dengan pertunangan ini. Aku sangat bersyukur dan bahagia dengan pertunangan ini, akupun juga bisa melihat bilik-bilik kebahagiaanmu sebagaimana bahagiaku.

Kamu, gadis yang suka dengan cerita, suka dengan buah-buahan, suka dengan segelas kopi, suka dengan pemandangan indah alam semesta dan insyaAllah aku yakin kamu juga suka ke padaku, zaironi pemuda yang sederhana yang hanya punya lembaran kitab dan ijazah kemudian berani mengkhitbah dan meminangmu untuk jadi tunanganku dan nanti akan menjadi istriku. wkwkwk.

Meskipun rupaku begini adanya, ilmuku minim banget, aku juga bagian dari sekian banyak santri yang istiqomah mempertahankan prestasi di madrasah diniyah loh, tidak pernah lepas dari urutan ke 3 terbaik, hanya dua kali saja aku gagal, itupun diurutan ke empat. Prestasi itu hanya sebatas prestasi, karena keilmuan yang aku miliki tidak seberapa dan tidak merepresentasikan keilmuanku sama sekali. Setidaknya, aku siap menjadi imam sholatmu sebagai suami istri, bukan orang asing yang menjadi imam dan makmum. Setidaknya, aku siap menjadi ayah dari anak-anak kita nanti, aku yang mengajarkan mengaji qur’an, aku fokus ke tajwidnya, kamu fokus ke makhorijul khurufnya. Aku fokus pada panjang pendek bacaannya, kamu fokus pada keindahan cara bacanya. Sebagaimana keindahan raut wajah anggunmu, manis, cantik, dan menyenangkan hati, pokok ora merengut dan marah-marah wkwkwk.

Aku masih heran, karena aku kuliah di UIN Maliki Malang sudah tiga tahun, dua tahun di Pascasarjana program magister manajemen pendidikan islam (MPI) dan satu tahun berikutnya di pascasarjana program doktor pendidikan agama Islam (PAI). Semuanya aku tempuh di UIN Maliki Malang, tapi selama itupun kita tidak pernah bertemu, namun Allah mempertemukan kita pada waktu yang sangat tepat dan baik. Aku yang sedang menjalani dua perkuliahan, rasanya tidak ada waktu selain untuk belajar, mengerjakan tugas, mengaji, mengajar dan kuliah. Kuliah S2 di IAI Al_Qolam program beasiswa S2 PAI dan Kuliah S3 di UIN Maliki Malang Jurusan PAI yang bersamaan, makan sempat mikir cari jodoh, ternyata tanpa susah payah menjari ada saja jalan terbaik dari-Nya untuk mempertemukan kita. Padahal aku hampir dua hari sekali melewati jalan di depan rumahmu, tapi mau bagaimana lagi, namanya saja dulu Allah belum menghendaki kita berdua untuk bertemu.

Aku saja heran dengan pertemuan ini, apalagi dengan mereka. pantes saja mereka selalu bertanya-tanya, kapan ketemunya, kenal di mana, bagaimana prosesnya dan seterusnya. Yang jelas kehendak dan kuasa Allah itu sangat indah dan tidak bisa sedikitpun di kejar oleh nalar akal.

Suatu ketika kamu mengirimkan pesan bahwa kamu tidak bisa masak, seketika itu aku tertawa. Mana mungkin cewek gak bisa masak, yang ada belum mahir dengan sekian racikan bumbu untuk memasak, toh nanti juga pasti bisa memasak dengan baik. Bahkan mampu membuat suami dan anak-anaknya ketagihan masakanmu. hehe.

Hari terus berjalan, detik demi detik tak henti berputar. Ternyata kita sudah satu minggu resmi bertunangan. Ternyata kamu tidak sesuai prediksiku, aku sebelumnya mengira bahwa kita akan kaku dalam menjalani hubungan ini, saling cuek dan tidak mau saling sapa melalui pesan. Aku kira kamu tidak akan bisa romantis dan tidak akan bisa membuat senyum dan tawaku pesah. Ternyata aku salah, kamu tidak seperti itu. Justru kamu orangnya sangat legowo, baik, penurut, romantis dikit-dikit wkwkwk, perharian juga dikit-dikit hehe. Maklaumlah, kita juga baru saling kirim pesan hanya dalam waktu satu minggu alias 7 hari ini. Itupun kita saling mengerti kesibukan kita, pagi hari kita sama-sama mengajar, juga sama-sama kuliah. Jadi, maklumlah dengan perkembangan perkenalan yang baik ini, nanti pasti akan lebih baik dan terus membaik.

"Happy one week of our engagement anniversary, I love you very much, very lucky to have a fiancé like you, may we be partners in the world and the hereafter, mate forever and continue to spread kindness together, build a loving family and a harmonious family. sakinah mawaddah wa rohmah family".


Rabu 10 Agustus 2022 -  Rabu 17 Agustus 2022.

"Hari ini di Malang tanggal 17 Agustus 2022, Zaironi dan faizah dengan penuh perasaan bahagia telah resmi satu minggu bertunangan. Atas nama Zaironi dan Faizah, Hal-hal yang mengenai penyempurnaan dalam hidup dan kebahagiaan sepanjang hidup, saling mencintai, merawat hubungan sampai detik terakhir kehidupan, bersama-sama menebar kebaikan dan membahagian kedua orang tua dan semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah dan mengikuti sunnah Rosul-Nya, akan diselenggarakan dalam tempo yang selama-lamanya.”

Merdeka, merdeka dan merdeka. Semoga kita bisa terus merawat kemerdekaan ini, sebagaimana tekat kita berdua untuk saling merawat cinta, kasih sayang dan ridho kedua orang tua sepanjang hidup kita. Sekarang, nanti dan seterusnya. selalu bersama-sama.

Terimakasih untuk semuanya, tunanganku..

To be with you, That's all i want


 

Label: , , , , , , ,

Sejarah Baru 10 Agustus 2022


Penakut itu akhirnya mulai berani melangkahkan kakinya, setelah usai mengajar di madrasah pemuda itu kemudian menghadap sang semesta. Ia menghadapnya dengan penuh penghambaan, sadar betul bahwa dirinya pendosa. tidak lupa ia panjatkan sekian harapan dan pinta, seladang syukur pada sang Maha kuasa. Ia tidak lupa menyampaikan rasa syukurnya untuk rabu itu, 10 Agustus yang memberikan sejrah baru baginya. Selangkah lebih baik untuk mendekatkan diri pada Tuhan semesta alam, bahagianya tidak terbendung laksana ombak yang menari-nari dengan rayuannya pada orang-orang yang bersenda gurau di tepi pantai.

10 Agustus 2022 menjadi sejarah baru bagi pemuda itu, mula-mula ia malu untuk menghadiri acara yang sangat sakral baginya, mondar-mandir dalam ruangan sambil berfikir nanti ia akan ditanya apa, mau ngobrol apa dan mau bersikap bagaimana. Bahkan ia bingung bagaimana cara duduk yang baik saat bertamu, apa lagi ini di rumah calon mertua. hehe.

Mungkin memang begitu, tidak semua laki-laki ketika bahagia dengan kehidupan barunya kemudian ia santai-santai saja bertemu dengan wanita pinanganya dan kedua orang tua dari wanita itu. Sebagai santri yang hanya berani menjawab iya (dalam bahasa madura disebut dengan enggi) tatkala gurunya memerintahkan suatu padanya, santri yang sehari-hari hanya diberi hidangan pelajaran dan pelajaran, kitab, al-Qur'an sholat berjamaah, berdzikir dan musyawarah kitab. Rasanya mustahil baginya berani meminang gadis cantik, muta'allimah, mutadayyinah, sholihah dan sejuk tatkala mata melihatnya. 

Gadis itu sebelumnya tidak pernah dikenal oleh pemuda tersebut, dan juga tidak pernah ia lihat terkecuali hanya satu kali ketika pemuda itu bertamu untuk menyampaikan niat baiknya, itupun hanya dari samping dan sekilas saja, tidak ia lihat terkecuali hanya lambaian kerudung yang ia pakai. Gadis itu membukakan pintu dan kemudian masuk kembali ke rumahnya setelah mempersilahkan tamunya masuk dan duduk. 

Mana mungkin pemuda itu berani melihatnya lama, sedangkan yang membawa pemuda itu bertamu ialah kedua kiyai yang sangat alim ilmu agama dan juga ilmu lainnya. Kiyai Abdurrahman selain menjadi kiyai iapun juga menjadi dosen di salah satu kampus swasta di kabupaten Malang dan Kiyai Ulul Bashoir juga demikian, beliau selain pengasuh pesantren juga menjadi guru di salah satu SMK dan juga mahasiswa aktif program pascasarjana di kampus NU yang berjargon kuliah sakngajine. ada yang tau nama kampusnya? silahkan komentar di bawah.

Tepat jam 15.15 menit, sore itu pemuda bersama rombongan keluarga akhirnya sampai di rumah gadis yang ia pinang dan nantinya akan ia jadikan istri tercintanya. Pemuda dan keluarganya menerima sambutan hangat dari keluarga gadis tersebut, sesekali paman pemuda itu mengeluarkan candaannya untuk membuat suasana lebih santai dan penuh tawa, namanya Ustadz Ahmad Zaini, orang yang alim dan humoris. Sehingga menjadi maklum beliau sering diundang untu mengisi acara pengajian.

Tidak lama setelah pamannya memberikan sambutan ucapan terimakasih dan menyampaikan maksud kedatangannya, yang tak lain ialah untuk melamar gadis cantik dan baik budi pekertinya. Kemudian abah dari gadis itupun juga menyampaikan rasa hormat, terimakasih dan syukurnya atas maksud kedatangan keluarga dari pemuda itu. Lamaranpun diterima dan ritual pemsangan cincinpun tiba. Tidaklama kemudian ibu dari pemuda itu memasangkan cincin untuk calon menantunya yang muta'allimah nan jamiilah, cincin yang ia beli sendiri dan ia pilih sendiri untuk calon menantunya. Siapa sangka ternyata cincin itu sedikit kebesaran untuk jari-jari manisnya calon menantu. Tak berselang lama bibik dari pemuda itupun juga memasangkan gelang untuk gadis anggun calon istri ponakannya, gadis yang baik, santri, agamis dan penurut kepada abah dan uminya.

Pemuda itu berkata:

Ternyata tidak semudah itu, untuk melihatmu aku butuh waktu yang baik dan mental yang cukup. Padahal sudah aku kumpulkan keberanianku sebanyak 24 jam x 15 hari. Tapi tetap saja, takut. Saat itu mataku sembab, leherku berat, punjuga dengan kakiku. Sembab karena haru dengan hari tersebut, melihat secara langsung ibunya memasangkan cincin untuk calon menantunya dan bahagia melihat senyum bapaknya yang juga bahagia. Leherku berat karena tidak berani menoleh ke kanan untuk melihatmu secara saksama dan sesingkat singkatnya. Tidak banyak yang aku ucapkan, juga tidak banyak kakiku bergerak dan melangkah. Ketakutanku akhirnya mulai mereda tatkala aku dipanggil ke ruang belakang dan bertemu dengan nenekmu, ia banyak bertanya seputar kegiatanku, suasana mulai membawaku tidak panas dingin lagi, santai dan mulai tidak begitu berat mengucapkan sapatah dua patah kata.

Ketakutanku juga mulai mereda tatkala abah merangkulku dari belakang, pesannya hati-hati diperjalanan dan terus semangat belajarnya. Akhirnya, semua keluargaku pamit untuk pulang dan satu persatu keluar dari ruangan tamu yang menjadi saksi atas pertunangan kita. Sebelum aku naik ke mobil, saat itulah aku mencuri sedetik waktu untuk melihat keindahan matahari tenggelam di tepi senyumanmu. Aku tidak berani berlama-lama dalam melihatmu, sebab Abah ada di sebelahmu dan juga aku sadar bahwa aku belum halal bagimu juga kamu belum halal bagiku. Sedetik itulah yang aku bawa pulang untuk terus aku ingat, sampai saat ini. Terimakasih, jangan haramkan sedetik itu untukku. Karena itu pertama yang berharga bagiku. Dulu aku pernah mendengar penjelasan bahwa tatapan pertama yang sekilas itu tidak termasuk dosa, kurang lebih demikian ibarotnya "laka al-'ula wa 'alaika ast-tsani". Begitujuga dalam islam dibolehkan lelaki yang hendak meminang perempuan untuk melihatnya terlebih dahulu, tentunya dengan cara yang baik dan benar. 

Bukannya aku tidak mampu untuk melihatu, tapi keberanianku untuk melihatmu lebih dahulu dilenyampkan oleh rasa bahagiaku. Kamu yang cantik, pintar, dan muta'allimah akhirnya bisa aku pinang untuk aku jadikan istri. aku yang biasa saja dalam hal fisik, ekonomi dan keilmuan sangat bersyukur atas semua ini.

Aku tidak tau persis bagaimana perasaanmu saat itu, yang aku tau hanya sekilas senyum dan raut wajah bahagia tatkala aku melihatmu dari foto yang dikirim oleh kakak dua pupuku. Bahkan sampai saat ini aku tidak tau seperti apa suaramu, suaramu masih menjadi misteri yang aku tunggu sampai saat ini. 

Sampai saat ini di antara kata-kata yang aku ingat ialah " Mas, bagaimanapun keadaannya, jangan pernah menghilang tiba-tiba ya, apapun itu kita bisa bicarakan bersama dengan baik". Semoga kita bisa terus bersama dalam ridhonya, bersama-sama membahagiakan keluarga, dan bersama-sama menggapai surganya. Bersamamu, "Faizatul Musyarrofah".

10 Agustus 2022. Terimakasih untuk ta'arruf yang singkat, membawaku pada tahap yang lebih baik dan bahagia. Tuhan, aku sadar aku pendosa dan tidak banyak meluangkan waktuku untuk mendekatkan diri pada-Mu dengan ibadah-ibadah selain yang wajib. Tapi aku yakin seyakin-yakinnya bahwa dari sekian proses hingga sampai pada tahap ini (pertunangan) tidak akan terjadi terkecuali engkau ridhoi dan engkau restui. Karena itulah aku mohon jadikan kami berdua berjodoh dunia akhirat, pasangan yang selalu dalam taat, selalu menebar banyak manfaat, dan pasangan yang selalu senang dengan membaca kalam muliamu, Yakni al-Qur'an. Beri kami berdua kekuatan untuk saling menjaga kepercayaan, kejujuran dan cinta, kasih sayang yang belum halal untuk kami. Satukan kami dalam ikatan halal menurut engkau, yakni melalui aqdun nikah yang benar menurut agama dan negara.

Semua kisah berawal dari kasih, sebagaimana 10 Agustus 2022 ini. Terimakasih..

Label: , , ,

Sabtu, 13 Agustus 2022

15 Cara Istri Agar Dicintai Suami

 suami istri bahagia



Kadar kasih sayang dan cinta suami pada istri tidak dapat ditentukan dari seberapa jauh dan lama keduanya saling mengenal sebelum pernikahan. Hal ini menjadi penting untuk diperhatikan selain semakin banyaknya angka perceraian untuk pernikahan yang masih usia dini. Penulis yakin tidak ada sepasang suami istri yang menginginkan pernikahannya lalu lantak begitu saja apa lagi dengan usia pernikahan yang masih berusia muda, tidak lama dan masih sangat kemarin sore. 

Mungkin bagi mereka yang beranggapan bahwa sebelum menikah harus kenal sejauh mungkin, sedalam mungkin, dan selama mungkin dengan alasan untuk lebih tau satu sama lain, untuk membangun kenyamanan dari keduanya dan untuk saling mengetahui kekurangannya. terlepas dari semua itu diakui ataupun tidak faktanya banyak yang menikah dengan jalur yang demikian justru pisah di tengah jalan padahal usia pernikahannya masih dini. Bahkan mereka sama sekali tidak berat hati untuk mengakhiri pernikahannya.

Jika mencari pasangan hanya sebatas alasan mencari yang bikin nyaman atau sama-sama nyaman, lebih jauh lagi kenalnya, lantas kenapa ketika semuanya sudah didapatkan dan kemudian menikah mereka masih saja bertengkar dan kemudian bercerai. Bukannya jika dengan dalih banyak hal di atas yang kemudian menikah setelah mendapatkan banyak hal yang ada di atas, pernikahannya dilangsungkan setelah lama kenal, sama-sama mendapatkan kenyamanan dari relationship yang dibangun sebelum menikah seharunya semakin kekal pernikahannya dan semakin harmonis kehidupannya. Namun faktanya setelah menikah mereka juga banyak yang bercerai, apakah yang dicari dan semua kriteria dan keinginannya yang didapatkan sebelum menikah balum juga dapat mempertahankan pernikahannya. Penulis katakan ini tidak benar, kenapa demikian karena betapa banyak pernikahan yang diawali dengan sebatas kenal biasa yakni ta'arruf dengan benar kemudian khitbah, lalu menikah mereka bisa mempertahankan pernikahannya sampai keduanya menghadap sang maha kuasa.

Inti dari menjaga pernikahan ialah bukan tentang semua di atas, tapi bagaimana kita punya manajemen membangun keluarga yang sakinah, keluarga yang mawaddah dan keluarga yang penuh kasih sayang dan cinta, keluarga yang punya visi, misi dan tujuan dalam berkeluarga. Dengan demikian apapun resiko dan tantangannya harus dihadapi bersama dan bahagia bersama-sama. Kenapa demikian, dikarenakan saat adun nikah diucapkan bukan hanya sebatas mengucapkan satu dua atau tika kata saja. melainkan sebuah ikrar dan janji yang disaksikan umat manusia dan malaikat, Tentunya disaksikan juga Oleh Allah SWT. Apakah pantas bagi kita merusak janji itu dengan mudah begitu saja, sedangkan saat berikrar janji disaksikan banyak malaikat dan manusia?

Dengan demikian penulis merasa perlu untuk menyampaikan 15 cara agar istri disayang dan dicintai suami. Karena dengan 15 cara ini istri bersikap sehari-hari berarti sudah menunjukkan bahwa istri sayang dan cinta kepada suaminya dan dengan 15 cara ini juga suami akan menjadi sayang dan semakin cinta kepada istrinya. Kalau sudah membahas sayang dan cinta rasanya tidak ada habisnya tinta dan lembara kertas untuk menguraikannya, ataupun tidak ada bosannya mengecas laptop untuk menambah baterai agar laptop bisa bertahan lama untuk fasilitas menulis seputar keduanya. duh, cinta.

Berikut 15 cara agar istri disayang dan dicintai suami:

1. Berilmu

Sebagai manusia, khususnya umat islam sudah menjadi kewajiban untuk menuntut ilmu. Semakin pintar dan berwawasan luas seorang ibu maka semakin baik cara merawat dan mendidik anak dalam rumah tangga. Kita tau bahwa ibu menjadi madrasah pertama bagi anaknya, lantas bagaimana mau menjadikan murid berkualitas jika seorang ibu tidak memiliki pengetahuan sama sekali, setidaknya ilmu tentang kehidupan sehari-hari dalam menjalankan kewajiban sebagai umat islam. Ilmu tentang hubungan manusia dengan Tuhan, Ilmu tentang hubungan manusia dengan sesama tanpa melihat latar belakang agama dan suku. Karena itulah kemudian menjadi penting seorang istri harus berilmu seluas mungkin agar anaknya bisa lebih berkualitas lagi. Terlebih lagi biasanya gen anak diturunkan dari gen ibu. 

Patut berbahagia bagi wanita yang diberikan kesempatan untuk menuntut ilmu setinggi dan sebaik mungkin, baik belajar di pesantren ataupun di luar pesantren. Menurut Ning Sheila Hasina Lirboyo, perempuan itu menjadi apapun boleh selagi tidak menyalahi syariat Islam dan tetap dalam taat, tapi yang nomor satu tetap harus bisa ilmu agama.


2. Berakhlak Baik

Lelaki mana yang tidak menginginkan istrinya memiliki akhlak yang baik, baik itu akhlak kepada Tuhan (Allah), maupun akhlak kepada sesama. terlebih kepada suaminya. Betapa senang dan bahagianya hati suami ketika mendapati istri yang menyejukkan mata melalui akhlaknya. baik dari cara bersikap maupun cara bertutur kata.

Akhlak di sini sebenarnya terbagi menjadi tiga, yakni akhlak syariah, akhlak lokal dan akhlak universal. Akhlak syariah adalah bagaimana cara kita agar bisa tetap dalam jalan Allah, jalan ketaatan dalam menjalankan kewajiban sebagai umat islam. Umat yang menjalankan kewajiban dan menjauhi semua larangannya. Yang demikian menjadi salah-satu penyejuk mata bagi suami tatkala melihat istrinya yang baik akhlaknya. Akhlak menghadapi suami, akhlak menerima tamu, akhlak kepada keluarga suami dan seterusnya.

Kedua ialah akhlak lokal, yakni akhlak dalam bersosial dengan sesama makhluk di daerahnya, bagaimana cara bersosial dengan sekian adanya tradisi dan budaya lokal yang diakui, dibiarkan tumbuh, dan dihormati selagi ia tidak bertentangan dengan prinsip pokok syariah Islam. Apabila bertentangan namun tradisi itu cukup kuat mengakar, maka akan diusahakan untuk dimodifikasi sehingga lebih islami seperti yang dilakukan oleh Wali Songo terhdapat tradisi tahlil dan wayang. Termasuk dalam menghormati kearifan lokal adalah perbedaan cara berpakaian yang harus ditoleransi selagi tidak bertentangan dengan syariah. 

Ketiga ialah akhlak universal, Universal values atau nilai-nilai kebaikan universal adalah perilaku, sikap (attitude) dan nilai-nilai kehidupan yang baik atau buruknya diakui oleh seluruh umat manusia tanpa memandang agama, budaya, suku, atau bangsa.

Etika dan nilai universal adalah akhlak Islam yang disebut di dalam Al-Quran dan menjadi perilaku Rasulullah. Namun, sebagian dari nilai universal ini secara syariah memiliki hukum yang berbeda--adakalanya wajib atau sunnah saja atau haram dan makruh saja --sehingga tidak semua etika dan nilai universal menjadi komitmen bersama umat Islam. Etika dan nilai univesal yang baik dalam perspektif syariah adakalanya wajib, atau sunnah (dianjurkan) atau mubah (boleh).

Berikut beberapa etika dan nilai universal yang baik, yakni ejujuran, kerja keras, dermawan, sederhana, toleran, peduli sesama, suka menolong. Adapun akhlak universal yang buruk ialah sebagai berikut: Malas, tidak menghormati orang/golongan lain, suka menghina, boros, dan sombong.

Jika istri tidak berilmu maka akan sangat sulit untuk memahami sekian akhlak dan mempraktekkannya, karena itu teruslah belajar untuk meningkatkan kualitas diri, baik akhlak dan keimanan kita pada Ilahi Robbi


3. Jujur

Jujur dan kejujuran akhir-akhir ini menjadi salah satu persyaratan penting untuk dapat bersosial dengan baik di masyarakat, terlebih dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis dan selalu dalam buih-buih cinta. 

Istri yang bersikap jujur kepada suaminya, maka akan memberikan energi tersendiri dalam menumbuhkan rasa kasih sayang dan cinta yang semakin mendalam, rasa percaya suami semakin kuat. Jujur mungkin bagi sebagian manusia tidak menjadi begitu penting dalam hidupnya, lantas bagaimana mau membangun rumah tangga yang baik jika didalamnya dibangun denga penuh ketidak jujuran, serba bohong dan dipenuhi dengan sekian ladang dusta. Jujurlah kepada suaminya dalam setiap hal, apapun itu masalahnya dan seberat apapun konsekwensinya, karena suami lebih suka diberlakukan dengan jujur meski menyakitkan dari pada terus dibohongi yang pada akhirnya lebih menyakitkan lagi.


4. Tidak Membeberkan Aib Suaminya

Poin ke empat ini penting untuk diperhatikan oleh wanita, khususnya yang sudah menjadi istri orang. jangan dengan mudah menceritakan aib suaminya, baik itu terkait ekonomi, kehidupan di dalam rumah, sikap dan prilakunya dan seterusnya. Jaga semuanya dengan baik. 

Istri yang baik akan menjaga semua aib suami atau kekurangan suaminya, dan di sisi lain istri juga menyampaikan hal-hal yang kurang baik dari suaminya kepada suaminya itu sendiri, sehingga apapun masalah dan kekuranganya bisa diperbaiki bersama-sama


5. Sayang Kepada Keluarga Suami

Seorang istri hendaknya berusaha untuk menyayangi keluarga suaminya juga atau mertuanya, karena dengan bersikap seperti itu suami akan semakin sayang dan cinta pada istrinya. Mendapatkan istri yang sayang dan perhatian kepada keluarga suami itu menjadi harapan besar juga bagi lelaki. Tidak bisa dibayangkan bagaimana keadaan rumah ketika berkumpul tatkala istrinya abai begitu saja kepada bapak ibu suaminya.

Istri yang baik akan tanggap kepada keluarga suami, ketika dalam satu rumah akan membantu pekerjaan mertua, menyapu, kora-kora memasak dan seterusnya. Hal ini bagian dari cara berbakti kepada suami dan mertua. Sayangi mertuanya sebagaimana menyayangi orang tua kandungnya. 

Ketika laki-laki dan perempuan menikah, maka orang tua masing-masing menjadi orang tua keduanya dan bahkan status mahromnya menantu dengan mertua itu muabbad yakni selamanya.


6. Perawan

Laki-laki mana yang tida menginginkan dirinya mendapatkan istri yang masih perawan. Karena itu bagi perempuan harus menjaga keperawanannya dengan baik, harus terus diupayakan karena maha penting. yang sangat penting dalam hal ini, yakni menjaga keperawanan ialah belum pernah berzina atau melakukan hubungan intim dengan laki-laki sebelum menikah. Hindari pergaulan yang tidak sehat, dan pergaulan yang mengundang maksiat.


7. Setia

Setia menjadi poin penting dalam membangun mahligai rumah tangga yang baik, harmonis dan penuh cinta serta bahagia. Kesetiaan yang baik mendasar ialah istri tidak melakukan komunikasi dengan laki-laki lain tanpa izin dari suami, karena itu menjadi penting untuk saling terbuka dan izin kepada suami dalam hal apapun yang melibatkan orang lain. 

Dengan perkembangan zaman yang semakin melesat, teknologi yang semakin canggih dan kecanggihan itu menyediakan sekian banyak media sosial seperti whatsApp, facebook, twitter dan lainnya. Jangan gunakan media tersebut untuk menghianati kepercayaan suaminya, karena membangun kepercayaan itu tidak mudah apalagi kepercayaan yang pernah dicederai dengan dusta, ketidak jujuran dan tidak menghargai posisi suami.


8. Sabar

Memang benar ada ceritanya bahwa ada salah satu ulamak yang menjadi wali karena kuat dalam menghadapi istri yang tidak sabaran alias cerewet dan suka ngomel. tapi itu hanya segelintir dan sebagian yang sangat kecil dari jumlah manusia laki-laki yang kuat dan ada di dunia ini. Tidak semua telinga kuat menahan dendangan ocehan, terlebih ocehan yang tidak mendayu mesra alias merusak kendang telinga. main nyentak-nyentak dan ceramah begitu saja kepada suaminya. Ingat ridho Allah kepada perempuan tergantung ridhonya suami pada perempuan tersebut. mending disayang terus dan lupakan syair-syair ocehan yang menyakitkan telinga dan hati suaminya.

Istri yang tidak sabaran justru akan menghilangkan kewibawaannya di depan suaminya, wajah yang suka merengut, dingin, dan suka marah atau tidak sabaran justru bukan pemandangan yang diharapkan untuk semua suami. Karena itu bersabarlah, sabar bkan berarti hanya diam adakalanya bersikap dengan bijaksana. Tetap gunakan akhlak yang baik agar suamimu senang dan bangga memiliki istri sepertimu.

Sabarlah ketika suamimu mendapatkan penghasilan yang secukupnya, sabarlah dengan kondisi rumah tangga yang mungkin hanya hidup pas-pasan. Selagi terus berusaha, kehidupan akan terus meningkat dan baik secara berkala. Tidak semua kebahagiaan dikaitkan dengan banyaknya materi dan uang, maskipun untuk membeli kebutuhan memang tetap butuh uang. Hidup harus sabar untuk mendapati kebahagiaan yang berkualitas.


9. Apresiasi

Hendaknya seorang istri selalu memberikan apresiasi kepada suaminya, seperti memberikan apresiasi kepada pekerjaan suami. Setidaknya suami yang pulang dari bekerja disambut dengan baik, diberikan senyum kerinduannya dan melayani suami dengan baik. Setiap suami akan bahagian tatkala istri mengapresiasi hasil kerja keras dari suaminya, apresiasi bukan selalu tentang pemberian materi, tapi secarik senyum dan sepatah sapaan baik akan membahagian seorang suami.


10. Minta Maaf dan Minta Izin

Istri yang baik ialah istri yang selalu menghormati suaminya, di antara cara menghormati suami ialah dengan cara selalu meminta maaf dan meminta izin. Minta maaf tatkala punya salah, minta maaf dengan segera tanpa menunda dan meminta izin tatkala mau melakukan apapun diluar rumah, minta izin saat mau keluar rumah da minta izin lainnya yang melibatkan komunikasi dengan lawan jenis, yakni laki-laki lain.

Jangan anggap hal di atas remeh, tetap hormati suami sebagai imam dalam keluarga dengan membudayakan minta maaf dan minta izin. Terlebih selalu mengucapkan terima kasih terkait perbuatan suami yang mungkin sangat kecil namun itu bagian dari usaha suami dalam membahagiakan istrinya, jangan pernah istri menuntut lebih dari apa yang bisa diberikan suami. Namun untuk suami juga harus sadar dan bekerja lebih keras lagi agar bisa membahagiakan istrinya.


11. Transparansi 

Hendaknya istri selalu terbuka kepada suami, jangan pernah menyembunyikan suatu rahasia kepada suaminya. Menyembunyikan rahasia di belakang suaminya hanya akan menghancurkan kepercayaan suami, dan hal ini menjadi salah satu pemicu konflik dalam rumah tangga. Bersikaplah saling terbuka, diskusi dan musyawarahkan dengan baik dengan suami jika ada permasalahan.


12. Tidak Membandingkan Suami dengan yang lainnya

Jangan pernah istri membandingkan suaminya dengan laki-laki manapun dan siapapun, baik dalam hal ekonomi, dan lainnya. Jangan pernah bersikap membandingkan suami terlebih jika sampai merendahkan martabat suami da menyinggung perasaannya. Seperti halnya memuji laki-laki lain dihadapan suami bisa menjadi hal yang menyingggung perasaan sang suami. Karena suami bukan untuk dibanding-bandingkan, tapi untuk disyukuri, disupport, disayang dan dicintai.


13. Diam Saat Marah

Diam menjadi solusi terbaik untuk meredam amarah, ketika marah sebisa mungkin jangan mencaci suami, merendahkan suami dan mengeluarkan kata-kata kotor. Hendaknya diam saja untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dan mempercapat redamnya amarah agar tidak ada konflik dalam keluarga.dalam sebagian maqolah disebutkan katakan yang baik atau diam saja. Jangan pernah membantah suami dan melawannya. Hendaknya istri menjadi peredam amarah, penyejuk hati dari suaminya. Bukan menjadi sebab timbulnya amarah dari suaminya dengan sikap-sikap yang tidak terpuji. Diam itu sangat berharga, bahkan diam disamakan dengan emas saking begitu berharganya dan menjadi sikap terbaik untuk meredam amarah. 


14. Menjadi Solusi Bagi Suami

Tidak ada yang tau dengan kondisi kehidupan manusia setelah menikah atau akad nikah, ada yang langsung menjalani kehidupan dengan ketercukupan materi ada juga yang benar-benar merintis dari awal. Bahkan jika suaminya darikalangan santri, dan dia berhenti mondok langsung menikah. Maka jangan sekali-kali mengungkit soal materi dan keuangan, hendaknya suami diberikan semangat dan didukung untuk bekerja lebih baik lagi.

Saat suami dala kesulitan eskonomi, maka jadilah istri yang tidak banyak menuntut. justru istri hendaknya menjadi alternatif untuk mengatasi kesulitan yang didahapinya. jadilah istri yang menjadi bagian dari solusi, bukan sumber dari masalah dengan banyak menuntut, membandingkan, marah-marah, keluar tanpa izin, dan seterusnya.


15. Memberikan Nasehat dan Kritik yang Bijak

Suami juga pasti punya kekurangan dan punya salah, karena memang suami hanya sebatas manusia biasa yang sangat mungkin melakukan kesalahan atau khilaf. Namun ketika istri mendapati suami berbuat salah hendaknya bukan memarahi dengan tanpa menghormati suami, hendaknya diberi nasehat dengan baik dan bijak dengan memperhatikan nilai-nilai akhlak luhur. Jangan asal menegur diwaktu yang tidak tepat, apalagi di depan banyak orang. hendaknya dibahas dalam rumah dengan baik, carilah momen yang pas untuk memberikan nasehat ataupun kritik tersebut. Istri yang baik ialah istri yang mengetahui waktu-waktu yang tepa untuk berdiskusi dan membicarakan kehidupan rumah tangganya dengan baik.


Untuk suami juga hendaknya mempunyai sikap dan cara yang sama dengan di atas, namun semabagi seorang suami harus menjadi laki-laki yang bertanggung jawab, kerja keras dan memenuhi nafkah istri baik batik dan dhohir. Hendaknya menjadi kepala keluarga yang menjadi panutan dan idola bagi anak-anaknya. Jangan mudah marah, jangan mudah mengucapkn kata cerai apapun sebabnya, bagaimanpun kondisinya. 

Hendaknya suami istri sejak melangsungkan akad nikah harus disadari bahwa kehidupan rumah tangga tidak akan selamanya baik-baik saja dan sesuai harapan kita dengan mulus tanpa kendala dan masalah. Justru keduanya harus siap dengan apapun tanyangan dan masalahnya, harus diselesaikan bersama-sama dan tetap hidup bersama sampai ajal mengakhiri keduanya. Manajemen keluarga memang penting, berkeluarga harus punya visi, misi dan tujuan. Sehingga jalan yang dilalui juga menjadi jelas dan bisa dicapai bersama-sama aoa yang hendak dibangun dalam kehidupannya.


Referensi

A. Fatih Syuhud, Jihad Keluarga: Membina rumah tangga sukses dunia akhirat, Pustaka Al-Khoirot 2021

Label: , , , , ,