Selasa, 20 September 2022

Tiga Amalan Rebo Wekasan

 


AMALAN REBO WEKASAN

Bulan Shoffar adalah bulan yang mulia, bulan yang sama dengan bulan-bulan yang lainnya. Bukan bulan bala’ ataupun bulan yang penuh dengan musibah dan bencana. 

Namun demikian menurut sebagian ulama ahli ma'rifat dari golongan ahli mukasyafah dalam kitab “ Kanzun Najah Wassurur ”, karya Syaikh Abdul Hamid Al Qudsy, menerangkan bahwa: Setiap tahun Allah Swt menurunkan bala’ ke dunia sebanyak 320.000 macam bala’ (berupa fitnah, musibah dan bencana), dalam satu tahun. Tepatnya bala’ itu turun pada malam Rabu terakhir di bulan Shoffar atau yang terkenal dengan sebutan “ Malam Rebo Wekasan ”, dalam satu tahun ke depan.

Terdapat tiga amalan pada Rabu Terakhir di Bulan Shoffar ini (Rebo Wekasan) sebagaimana keterangan ini: 

1. , Pertama ialah melaksanakan Sholat Sunnah Hajat, harapannya adalah untuk menolak 320.000 macam musibah dan bencana (Sholat Sunnah Hajjat Lidaf’il Bala’).  Sholat sunnah ini dilaksanakan sejumlah empat roka’at, dengan dua kali salam, berikut niatnya: 

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Kemudian setelah membaca Al-Fatihah, lalu membaca Surat Al-Kautsar sebanyak 17x, Surat Al-Ikhlash 5x, Surat Al-Falaq 1x dan Surat An-Naas 1x. 

Hal ini dilakukan pada tiap roka'at. Artinya tiap rokaat musholli (orang yang sholat) membaca semua surat tersebut.

Setelah selesai sholat empat rokaat dengan dua kali salam, kemudian dilanjutkan membaca Do’a berikut ini : 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللّٰهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنَا مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ اِكْفِنَا شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيْ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هٰذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَنَعُوْذُ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنَا وَوَالِدِيْنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَهْلَنَا وَأَحْبَابَنَا، وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قُلُوْبِنَا مِنْ شَرِّ هٰذِهِ السَّنَةِ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا، وَاصْرِفْ عَنَّا شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لَنَا فِيْ هٰذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَأَوْلَادِنَا وَأَهْلِنَا وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قُلُوْبِنَا وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ، النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ، اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هٰذَا الشَّهْرِ، وَمِنْ كُلِّ شِدَّةٍ وَبَلَاءٍ وَبَلِيَّةٍ قَدَّرْتَهَا فِيْهِ يَا دَهْرُ، يَا مَالِكَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، يَا عَالِمًا بِمَا كَانَ وَمَا يَكُوْنُ، وَمَنْ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ، يَا أَزَلِيُّ يَا أَبَدِيُّ، يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ، أَنْتَ تَفْعَلُ مَا تُرِيْدُ، اللهم احْرُسْ بِعَيْنِكَ أَنْفُسَنَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَأَمْوَالَنَا وَدِيْنَنَا وَدُنْيَانَا الَّتِيْ ابْتَلَيْتَنَا بِصُحْبَتِهَا بِحُرْمَةِ الْأَبْرَارِ وَالْأَخْيَارِ، بِرَحْمَتِكَ يَا عَزِيْزُ يَا غَفَّارُ، يَا كَرِيْمُ يَا سَتَّارُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى، وَبِكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ، وَبِحُرْمَةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَحْفَظَنَا وَأَنْ تُعَافِيَنَا مِنْ بَلَائِكَ، يَا دَافِعَ الْبَلَايَا، يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ وَيَا كَاشِفَ الْغَمِّ، اِكْشِفْ عَنَّا مَا كُتِبَ عَلَيْنَا فِيْ هٰذِهِ السَّنَةِ مِنْ هَمٍّ أَوْ غَمٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا.


2. Amala yang kedua adalah membaca Surat Yasin sebanyak 3x, setiap sampai pada ayat “Salamun Qoulan Min Robbil Rohim ”, maka ayat tersebut dibaca sebanyak 313 x, lalu dilanjutkan ayat setelahnya sampai selesai. setelah itu dilanjutkan membaca Do'a berikut:

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ وَتَقْضِـيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَـى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اللهم اصْرِفْ عَنَّا شَرَّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمَا يَخْرُجُ مِنَ الْأَرْضِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

3. Meminum Air Salamun

Adapun Air Salamun disini adalah air yang dimasuki ayat salamah untuk diminum dengan harapan agar terhindar dari bala’ yang akan turun dalam masa setahun, harapan di sini tetap ditujukan kepada Allah. Ayat-ayat tersebut ditiupkan ke air dalam gelas / botol dan diminum dengan niat TABARRUK (mengharapkan keberkahan) dan hati tetap meminta kepada Allah Swt.

Disebutkan dalam kitab Nihayatuz Zain karya Syaikh Nawawi Al Jawi Al Bantani, pada catatan kaki bab Qunut Nazilah hal 67.  yang kitab ini merupakan syarah atau penjelasan dari kitab matan Fiqih Qurrotul ‘Ain cetakan Alawiyah Semarang, bahwa barang siapa yang menulis ayat salamah tujuh yaitu tujuh ayat Al Qur’an yang diawali dengan lafadz Salaamun :

سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَبٍّ رَحِيْمٍ، سَلاَمٌ عَلَى نُوْحٍ فِي الْعَالَمِيْنَ، سَلاَمٌ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، سَلاَمٌ عَلَى مُوْسَى وَهَارُوْنَ، سَلاَمٌ عَلَى إِلْيَاسِيْنَ، سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خَالِدِيْنَ، سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Kemudian tulisan tersebut dilebur atau bisa direndam dengan air, maka barang siapa yang meminum air tersebut Allah Swt akan selamatkan dari bala’ yang akan diturunkan.

Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah dan selalu diselamatkan dari segala mara bahaya, bala', fitnah dan segala keburukan oleh Allah SWT. Aamiin...


Label: , , , , ,

Kamis, 15 September 2022

Pertemuan kita


Kamis 15 September 2022. Adzan subuh berkumandang disana sini, saling bersahut-sahutan dengan nada meleok leok dan menari nari dengan keindahannya sipemilik suara. Seluruh santri seperti kebiasaan dan rutinitas pada umumnya di mana setelah sholat subuh berjamaah kemudian dilanjutkan dengan kajian kitab yang langsung dipimpin oleh Kiyai. Kajian kitab hari kamis pagi ini dikhususkan untuk santri kelas lima diniah sampai kelas ma’had Ali. Sistemnya santri ditunjuk untuk membaca memaknai gundul kemudian diterjemahkan dan akhirnya kiyai memberikan penjelasan terkait dengan luas dan jelas. 

Rutinitasnya pengajian kitab ini maksimal jam 06.15 pengajian sudah selesai, namun demikian aku tidak mengikuti pengajian sampai selesai dikarenakan harus berangkat ke kampus yang jaraknya antara pondok dengan kampus cukup jauh, jika jalanan macet bisa memakan waktu sampai satu setengah jam. Tidak mengikutinya pengajian kitab sampai selesai pada mengajian kitab ini tidak begitu saja dilakukan dan semaunya. Namun sebelumnya sudah matur dan izin kepada kiyai dikarenakan perkuliahan sudah tatap muka termasuk untuk mahasiswa tingkat pascasarjana, khususnya program doktor PAI-BSI UIN Maliki Malang. Terlebih perkuliahan jam pertama dimulai di waktu yang cukup pagi, yakni jam 07.15-09.19. Sehingga agar tidak telat mengikuti perkuliahan diharuskan berangkat lebih awal dan pagi serta harus tahan dengan dinginnya udara di pagi hari.

Setelah sampai di kampus 2 UIN Maliki Malang yang dikhususkan untuk perkuliahan mahasiswa pascasarjana tingkat magister dan doktoral. Aku kemudian menuju ruang lobi, menuju ke lantai tiga dengan menaiki lif. Memasuki lif kemudian menekan angka tiga yang menunjukkan menuju lantai tiga Gedung B, di mana ruangan di lantai tiga rata-rata diperuntukkan untuk mahasiswa magister dan doktor PAI dan MPI. Gedung B tentu berbeda dengan Gedung A yang mana di Gedung A biasanya dikhususkan untuk mahasiswa PBA dan PGMI. Sehingga tidak ada alasan bagiku untuk bertemu dengan si dia. wkwkw..

Perkuliahan berjalan seperti biasanya, di minggu ke dua perkuliahan ini Sebagian dosen baru memulai pertama perkuliahan tatap muka dikarenakan sebelumnya ada beberapa dosen yang belum bisa masuk kelas mengajar, sebab jadwal beliau mengajar ada yang kres atau tabrakan dengan jadwal mengajar di kelas yang lainnya. Terlebih bagi ketua kelas yang menjadi penanggung jawab untuk berkomunikasi dengan dosen harus ekstra dan santun dalam mengubungi dosen untuk memberi tahu jadwal mengajarnya dan menyesuaikan juga dengan jadwal mengajarnya teman-teman kelas di masing-masing kampus tempat mengabdinya. Karena sudah tidak asing lagi bahwa mahasiswa S3 mayoritas sudah banyak yang bekerja baik mengabdikan diriy sebagai dosen ataupun pekerjaan lainnya.

Tepat jam pertama usai, 10 menit kemudian dilanjutkan dengan perkuliahan mata kuliah ke dua yang dibimbing langsung oleh Prof Dr. Hj. Sutiah, M,Pd. Beliau cukup menyenangkan dalam mengajar, penjelasannya bagus dan luas menunjukkan wawasannya sangat luas dan keilmuannya cukup tinggi dan kompeten. dua jam perkuliahan dengan beliau pada mata kuliah Studi Mandiri, kemudian mahasiswa istirahat kurang lebih satu jam yang diperuntukkan sholat dan makan sebelum melanjutkan perkuliahan ke tiga dan seterusnya bagi mahasiswa yang masih ada jadwal kuliah setelah dzuhur.

Namun demikian, teman-teman kelas PAI-BSI semester dua justru memilih makan dulu kemudian sholat, bukan niat menomor duakan sholat dan lain-lain. Namun memang pada dasarnya kita belum makan pagi, terlebih yang belum menikah dan berangkat dari pesantren, siapa yang mau memasak untuk kalangan yang seperti ini? wkwkwk. Istri saja belum punya hehe. Bahkan mereka yang sudah berkeluargapun rata-rata juga belum sarapa dikarenakan memang berangkat kuliah cukup pagi.

Setelah makan selesai, tiba-tiba akupun dikagetkan dengan wajah cewek yang sekilas mirip dengan dia, dia yang istimewa, dia yang selalu ingin dilihat, dia yang selalu disebut dalam doa, dia yang mau menjadi bagian dalam hidup ini nantinya. iya, dia tunanganku, dia mahasiswa Pascasarjana UIN Maliki Malang prodi PGMI yang masih menjalani perkuliahan semester tiga. Meskipun dia S1 dan S2 nya di UIN Maliki, begitupun denganku S2 nya di UIN Maliki dan kemudian dilanjutkan studi doktor di UIN Maliki juga. Namun kita sebelumnya tidak pernah bertemu dan dipertemukan. Bahkan ketika kita sudah bertunanganpun ketika kuliah juga tidak pernah bertemu, selain karena Gedung perkuliahan kita beda, aku di Gedung B lantai tiga dan dia di Gedung A lantai tiga juga. Meskipun kemungkinan untuk bertemu sangat besar, karena antara lantai tiga Gedung A dan B itu ada jalan penyambung, juga hari perkuliahan kita sama, yakni hari kamis dari pagi sampai sore. Bisa saja kita janjian, Namun kita tidak menghendaki yang demikian.

Ketika perkuliahan terakhir sudah usai, kemudian aku dan teman-teman pulang. Dan tanpa disengaja kitapun bertemu dan ini merupakan pertemuan kali pertama kita, pertemuan ini tanpa kita sengaja, tidak ada janji dan semacamnya. Tepatnya ketika aku mengendarai motor untuk keluar dari kampus bersama teman untuk beli makan, dan dia ternyata baru usai melaksanakan sholat asar bersama dengan teman-teman kelasnya. 

Pada awalnya aku lebih dahulu melihat dia sedang memasang sepatu uniknya, aku lebih memilih pura-pura tidak tau wkwkwk. Meski pada akhirnya dia lebih dahulu menyapa dan memanggilku dengan panggilan yang menurutnya keras tapi sedikitpun aku tidak mendengarnya, yakni dengan panggilan PAK USTAADD..  entah apa yang membuat aku tidak bisa mendengar panggilannya ini, mungkin karena waktu itu aku sedang fokus mendengarkan teman yang bertanya-tanya soal tugas yang kebetulan ikut motorku, dia dosen di UNZAH Genggong. Atau mungkin memang begitulah dahsyatnya pertemuan sehingga telingapun bisa tuli, mata bisa pura-pura tidak mengetahui dan mulut berat untuk angkat suara. wkwkwk.

Iya, memang kita tidak ada panggilan istimewa, mungkin memang begitu. Berbeda dengan orang-orang di luar sana yang masih pacaran saja panggilannya sudah satu digit lebih menggelitik di atas panggilan suami istri yang sah, ada yang memanggil sayang, bebeb, hubbi, papi mami, Abi umi dan seterusnya. Kita lebih menghindari panggilan-panggilan semacam itu atau panggilan yang lainnya. kita lebih berusaha menggunakan aku dan kamu sehingga meminimalisir adanya panggilan yang lainnya. Paling mentok ya panggilan MAS dan ADEK, hehehe.. Itupun sudah membuatku berasa dibacakan syair-syair yang cukup dalam maknanya. Kata ustadzku dulu, panggilan MAS dari pasangan itu membuat telinga gerimingan dan jantung berdebar. wkwkwk

Dalam pertemuan itu kita hanya bertukar sapa dan saling menundukkan kepala tanda sapa telah usai. Namun demikian dia masih memberiku bonus dari pertemuan yang melahirkan sapa, yakni bonus senyumnya yang khas, manis, unik dan indah. hehe.. Senyum yang ingin selalu aku lihat terbitnya, keindahannya dan kerenyahannya. loh kok renyah, memangnya ada senyum yang mlempem? ya ada dong, senyumnya depkolektor wkwkwk.

Meski panggilan dia “PAK USTAADD” tidak aku dengar, namun dia tetap sumringah menyapaku, ya seperti orang yang baru kenal, malu-malu tapi mau disapa. hehehe. tapi kita memang baru kenal loh ya. singkat dan Alhamdulillah mendapatkan jalan yang baik. Doakan kita ya, semoga seterusnya baik dan hidup bersama dalam ikatan halal sampai ke surganya. Intinya yang terbaik.

Huh, jadi semakin mengerti makna dari jawaban Qais ketika ditanya perihal pilihan antara dunia seisinya dan laila. Qais berkata bahwa antara dunia dan seisinya lebih aku cinta sebutir debu yang pernah hinggap pada sandalnya laila. Wkwkwk. 

Begitu dahsyatnya goncangan cinta, bahkan pernah diceritakan tatkala salah satu sahabat terkena panah saat peperangan. Untuk mencabutnya justru ketika ia melaksanakan sholat. Sholatnya kita tentu berbeda dengan kualitas sholatnya para sahabat tersebut. Sahabat nabi sholat sedangkan panah yang menancap dicabut oleh sahabat yang lain, tapi justru tidak ada rasa sakit yang sahabat rasanya. Yang demikian sholat yang benar-benar khudur, khusu' dan ada cinta didalamnya.

Diantara dahsyatnya pengaruh cinta ialah ketika sayyidina abu bakar terkena gigitan ular dan dia sedikitpun tidak menggerakkan kakinya, semua itu ia lakukan karena Baginda Rasulullah sedang tertidur dipangkuannya. Dahsyat bukan pengaruhnya cinta? Cinta akan menjadi baik jika dikendalikan dengan asas-asas yang baik, benar dan mulia. Punjuga sebaliknya, cinta akan membawa pada kemaksiatan dan kemungkaran jika tidak dapat mengendalikan ego dan nafsunya.

Seketika itu, aku yang awalnya sangat lapar, ketika sampai di warung bukannya langsung memesan makanan tapi memastikan senyumnya yang tadi sama persis dengan senyumnya dia ketika foto sama bibik memakai HP ku, wkwkw. Jadi pas dia ke rumah dengan keluarganya, bibik foto sama dia dan menggunakan HP aku, jadi untuk dapat foto dia tidak perlu repot-repot hehehe.

Sejujurnya, aku sendiri takut untuk menyapanya, gugup untuk berucap dan angkat suara. Mungkin karena banyak kata yang pernah menyakiti diriku sendiri, banyak fenomena yang menyakitkan pada perjalanan hidup sebelum kenal dengan dia, sehingga benar-benar bingung mau menyapanya dengan cara bagaimana dan seperti apa, bagiku satu kata yang membuatku takut untuk mengulang merangkai kata itu akan selalu aku ingat, bahkan ketika aku bertemupun akan berfikir lama untuk menyapanya hanya karena bingung untuk memilih kata, kata yang simple dan cukup santun sebagai sapaan. Padahal ini ke tunaganku sendiri, tapi ya begitulah. jenenge ae isin.. Selain karena dia sedang bersama dengan temannya, sekilas pertemuan itu saja sudah membuat Sebagian temannya bertanya-tanya. siapa tadi yang dipanggilnya dengan panggilan PAK USTAADD, kenapa kamu tiba-tiba senyum-senyum juga, hehehe.. Mungkin dia sudah cerita panjang lebar tentang kita, khususnya tentangku wkwkwk.

Kamis, terimakasih untuk hari ini, hari dimana aku mencari dan mempelajari ilmu, hari dimana aku bertemu dengan kekasihku, eh tunanganku maksudnya. Dipojok masjid yang tiba-tiba mempertemukanku dengan dia tiba-tiba tanpa disangka dan tanpa ada janji di antara kita. Kita yang kemudian saling sapa, menundukkan kepala tanpa akhir dari sapa. Disitulah aku melihat senyuman mahasiswi berkarakter Ulul Albab, hihihi. Duh Gustii,, bahagiane aku dino iki, meski tugas kuliah tambah dikerjakne ora tambah mari, tapi tambah dikek i lan diimbui. Maturnuwun Gusti, matur nuwun sanget. Aku memang pernah gagal merawat cinta dan merawat restu orang tua melalui dia yang berlalu. Tapi tolong, untuk aku dengan dia yang sekarang, jadikan kita yang sudah terikat tunangan ini terus menjadi yang lebih baik, giat belajar, hingga pada waktunya nanti kita disatukan dalam ikatan yang sah. ikatan yang membolehkan aku memetik senyumnya, ikatan yang membolehkan aku memandangnya lebih lama dan berlama-lama dalam memandangnya. Ikatan yang membolehkan aku duduk berdua dan membahas visi misi dan tujuan rumah tangga yang agamis, dan harmonis sesuai kaidah-kaidah dalam Islam.

Gusti, maturnuwun sanget sampun maringi dek e seng gemati, sholihah semangat belajar lan pinter ngaji. Maturnuwun sanget Gusti..


Caffe Jemblung, Malang, 15 September 2022


Aku, seng bok celok MAS dek. wkwkwk

Label: , , , ,

Sabtu, 20 Agustus 2022

Pendosa

 


Di dunia ini, tidak satupun yang menginginkan hidupnya celaka, kesulitan dan jauh dari Tuhannya. Karena itulah kemudian banyak pendosa mulai yang dari dosanya kecil hingga pendosa yang kelas kakap yang bertaubat dan menjadi orang yang sangat dekat dengan Tuhannya, ia menyesali betul dosa-dosa yang telah diperbuat dan sekian lama ia lupa pada Tuhan yang selama ini telah memberinya nikmat sehat dan rezeki yang banyak. Ya Allah, jadikanlah aku seperti mereka yang gemar bertaubat, bertasbih, bertahmid, istigfar, bersholawat dan giat belajar serta bekerja untuk mendapatkan ridhoMU.

Ya Allah, aku tau betapa tidak terhingganya pemberianMu berupa nikmat hidup yang sehat ini, betapa banyak rezeki yang telah engkau beri, sedangkan dosa-dosaku kian bertambah tiada henti, kata-kataku jauh dari kalimat-kalimat indah yang tersusun rapi dalam mushaf utsmani, lidahku kering dari untaian tasbih, tahmid, dan tahlil, lisanku kurang akrab dengan istihfar dan sholawat yang sangat agung manfaat dan pahalanya.

Ya Allah, aku sadar bahwa engkau tau persis pada tiap detik dari semua langkah-langkahku, baik langkah kaki ataupun langkah fikiran dan hati. Engkau tidak pernah abai pada hambaMu yang satu ini, betapa banyaknya dosa yang aku perbuat, namun engkau tetap memberiku nikmat untuk melihat, dan berucap. betapa banyak salah yang aku lakukan, tapi engkau tetap memberiku nikmat mendengar dan melangkah. 

Ya Allah, aku mohon jangan engkau tunjukkan aibku kepada makhluk yang lainnya, jangan engkau tunjukkan keburukan-keburukanku itu pada mereka. Aku sangat ingin sama dengan kekasih-kekasihMu yang sangat engkau cintai dan engkau ridhoi. Karena itulah, berilah aku kesadaran penuh, berilah aku kekuatan yang berkelanjutan untuk tetap istiqomah dalam ketaatan, agar aku senantiasa bisa bersamaMu dalam setiap waktu, entah dengan membaca kalam muliaMu, bersholawat kepada kekasihMu, bekerja untuk mencari ridhoMu, belajar untuk mengharap kasih sayang dan ridhoMu, mengajar untuk menyalurkan sedebu ilmu yang engkau beri kepadamu untuk aku sampaikan kepada makhluk yang lainnya.

Ya Allah, aku ini pendosa, banyak salah dan kurang taat. Karena itulah, dekatkan aku dengan orang-orang baik dalam agamanya, dengan orang-orang yang selalu taat padamu dalam keadaan apapun mereka, selalu bertasbih setiap saatnya, senantiasa bertahmid dalam keadaan apapun mereka, selalu bersyukur dan bertaubat dalam hari-hari mereka.

Ya Allah, aku ini hamba yang tidak tau malu, tidak tau malu pada sesama, terlebih padaMu yang selalu memberi tanpa diminta. tidak tau malu dengan kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, kedua orang tuaku, guru-guruku, dan seluruh umat muslim yang mengimanimu. Ya Allah, kelak, satukan aku dengan kekasihMu di surgaMu, berilah aku kesempatan untuk dapat bertemu dengan kekasihMu yang mulia, Nabi Muhammad SAW yang mulia dan menjadi tauladan bagi seluruh umat. pertemukan denganya aku entah dalam keadaan sadar ataupun tidur. Sekiranya engkau sudi dan rido, maka satukanlah aku, kedua orang tuaku, keluargaku dan guru-guruku dengan Nabi Muhammad di surgaMu.  

Ya Allah, berilah kedua orang tuaku kesehatan jasmani dan rohani, jauhkanlah mereka berdua dari bahaya dan rasa sakit, sehatkanlah mereka berdua, dan berilah keistiqomahan pada mereka berdua untuk selalu taat padaMu, beribadah kepadaMu sehingga engkau ridho pada kedua orang tuaku yang kemudian kelak engkau masukkan bapak ibuku kedalam surgaMu.

Ya Allah, terimalah taubatku dan kabulkanlah doa-doaku. Aamiin...

Label: , , , , ,

Kesadaran

Sadar diri


Banyak manusia yang lupa pada eksistensi dirinya, dirinya itu siapa dan untuk apa, lantas harus bagaimana dan di mana. Manusia memang begitu, butuh waktu dan suasana untuk sadar, butuh nasehat untuk mengembalikan hati dan fikiran pada kondisi normal. Manusia memang begitu, selalu mudah lupa pada masa-masa sulit dan menyakitkan. Mudah acuh dan abai pada norma-norma etika terhadap Tuhan dan sesama. Manusia suka lupa pada siapa dia harus meminta dan bagaimana caranya berdoa, lebih suka menerima sampai lupa bagaimana agar dia juga bisa memberi tanpa dipinta. 

Manusia memang suka aneh, lebih banyak berbicara, bertanya, menjelaskan panjang lebar tanpa ditanya. Manusia memang suka acuh, malas belajar, bekerja, dan mengharap lebih pada sesama. Ini tidak baik dan tidak sehat. Seharusnya kamu itu sadar, muhasabah diri, malu dan maju untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Tidak banyak bertanya dan basa basi, tidak banyak meminta dan menerangkan banyak hal, menunggu ditanya baru berucap. Tidak banyak tingkah dan liar dalam bersikap.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Tidak banyak berbicara, mengirimkan banyak pesan dengan rentetan kata-kata yang tak berharga sama sekali, siang dan malam. Justru yang demikian menunjukkan betapa tidak berkualitasnya caramu dalam bersikap.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Lebih banyak belajar, membaca dan menulis, mempersiapkan diri dengan maksimal agar nanti tidak banyak hal yang dapat membuatmu malu di tengah-tengah masyarakat yang agamis dan idealis, cerdas, cermat dan kritis. Mereka lebih banyak pengalaman yang bisa saja melahirkan teori-teori hidup yang berharga dari pada dirimu yang masih saja terbang dengan sekian teori yang satup belum kamu buktikan dalam kehidupanmu.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Tetap menjadi orang yang asing dan tidak berusaha dekat dan akrab, kamu masih sekedar melihat dari kejauhan, belum melangkah lebih dekat kemudian dipersilahkan menetap, bersama selamanya tanpa ada kata pisah. 

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Sadar diri dengan hamparan ketidak tahuan alias bodoh, perbanyaklah muhasabah dan berdzikir agar dirimu semakin sadar pada tujuan hidup yang sebenarnya itu apa dan hatimu lebih mudah menerima nasehat dari banyak lisan dan keadaan, baik kondisi yang terkesan baik atau sebaliknya. Karena itu, tetaplah mensyukuri apapun itu keadaannya dan terus berbenah diri bagaimanapun kondisinya.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Lebih giat lagi bekerjanya, belajarnya, dan menabung untuk masa berikutnya, karena hidup tidak selalu tentang diberi dan meminta. Tapi berusaha mendapatkan sendiri, kemudian memberi tanpa mereka minta. Kepada siapapun itu tanpa membeda, memberi dan berbaik pekerti.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Banyak-banyak bersyukur dan lebih bersyukur lagi karena telah diberikan kesempatan belajar dengan baik, dikelilingi oleh orang-orang baik dan dikehendaki satu langkah maju untuk hidup dengan orang yang sangat baik. Baik agamanya, baik akhlaknya, baik nasabnya, banyak ilmunya dan cantik rupanya. 

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Jaga jarak, jaga sikap, jaga ucap, dan jaga pesan WhatsApp hingga nanti tibalah waktunya bai'at. Setelah itu, kamu berhak berbicara lebih dari yang semula hanya sepatah kata, berhak mengangkat kepala dan memandangnya dari yang semula hanya berani menunduk dan diam tanpa kata.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Sadar diri dan banyak bersyukur. Ingat, kamu dulu pernah berada di posisi paling dwon dan sangat menyakitkan. Malas makan, malas belajar, dan malas dengan segala apapun yang sebelumnya mengasikkan.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Perbanyaklah bersyukur, perbanyaklah bertaubat dan perbanyaklah berbuat baik. Ingat, umur tidak ada yang tau kapan masa aktifnya berakhir. Karena itu, gunakanlah waktumu dengan semaksimal mungkin, seakan-akan esok kamu telah tiada dari muka bumi ini. Masih banyak tempat yang harus kamu singgahi, baik buruknya nanti dimulai dan ditentukan dari kehidupanmu yang sekarang ini.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Jangan meminta dan mengharap kepada selain Allah, jangan meminta lebih dari apa yang mereka bisa beri. Tetaplah meminta dan mengharuskan banyak harap kepada Allah yang maha kaya, maka memberi, dan maha tau apa yang kita butuhkan. Tetaplah berdoa, bertaubat, beribadah dan belajar. 

Sebenarnya kamu memang harus begitu. Kamu harus sadar bahwa dirimu tak lebih dari seorang pendosa, pemalas dan tak banyak bertaubat atas sekian banyak dosa-dosa yang telah kau lakukan, dimana-mana, entah berupa kata, ucap dan sikap.

Ya Allah, beri aku kemudahan untuk terus mensyukuri nikmatmu, menyadari sekian banyak kesalahanku, selalu bertaubat atas dosa-dosaku, senantiasa semangat bekerja dan semangat belajar. jauhkan aku dari sifat dan sikap meminta, banyak bertaya hal yang tidak penting, mengunjing, menggosip, menyakiti orang lain dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Ya Allah berilah aku kekuatan untuk selalu taat padamu, melaksanakan kewajiban-kewajibanku sebagai orang muslim dan menjauhi semua larangan yang ada. Ya Allah, jadikan aku orang yang dapat memberikan banyak manfaat untuk sesama, entah melalui pengetahuan yang telah engkau beri, ataupun melalui harta yang telah dan akan engkau beri setelah ini. Berilah aku umur yang seperti itu, umur yang barokah dan bermanfaat.

Sebenarnya kamu memang harus begitu. 


Sabtu, 20 Agustus 2022.

Muhammad Zaironi

Label: , , , , , ,

Kamis, 18 Agustus 2022

Menjaga Harga Diri (Dignity atau self respect)



Harga diri (Dignity atau self respect) itu melekat sepenuhnya pada setiap manusia seumur hidupnya. Mungkin saja kekuasaan atau kesenjangan ekonomi dapat mendegradasi dignity seseorang, tapi sebenarnya sedikitpun self respect itu tidak akan bisa hilang dari pribadinya. Karena ia melekat sepenuhnya hingga penghujung nafas setiap manusia.

Di dalam Islam, terdapat tiga kata yang secara makna saling melengkapi dalam mewujudkan kemuliaan, kehormatan dan menjaga diri. Hal ini disebut dengan izzah (kemuliaan diri), muru’ah (menjaga kehormatan diri), dan iffah (menahan diri). 

Tiga kata di atas saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Kata Izzah juga bermakna kehormatan, keagungan, dan kekuatan. Izzah harus dimiliki dan harus ada dalam hati setiap manusia, Izzah bisa didapatkan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan muru’ah memiliki makna menjaga tingkah laku hingga tetap berada pada keadaan yang paling utama. Menurut Syekh Imam Mawardi dalam Adab ad-dunya waddin, muru’ah memiliki pengertian sebagai berikut:

المروءَة مراعاة الأحوال إلى أن تكون على أفضلها، حتَّى لا يظهر منها قبيحٌ عن قصد، ولا يتوجَّه إليها ذمٌّ باستحقاق  

Artinya, “Muru’ah adalah menjaga tingkah laku hingga tetap berada pada keadaan yang paling utama, supaya tidak melahirkan keburukan secara sengaja dan tidak berhak mendapat cacian.

Jadi, Muru'ah itu tatkala manusia menjaga sikap dan tingkah lakunya agar senantiasa berada dalam keadaan yang baik dan tidak melanggar aturan-aturan dalam islam. Sehingga dengan perbuatan di atas orang itu bisa menjga diri dari perbuatan yang kapan saja bisa membuahkan keburukan.

Sedangkan menurut Mausu’ah Fiqh al-Qulub, muru’ah adalah: “Mengerjakan segenap akhlak baik dan menjauhi segenap akhlak buruk; menerapkan semua hal yang akan menghiasi dan memperindah kepribadian, serta meninggalkan semua yang akan mengotori dan menodainya.”

Adapun makna 'iffah ialah sebuah kemampuan atau sikap manusia dalam menjaga dan menahan diri dari hawa nafsu. Menurut Ibnu Maskawaih dalam kitabnya Tahdzibul Akhlak, 'Iffah adalah suatu kemampuan yang dimiliki manusia untuk menahan diri dari dorongan hawa nafsunya. 'Iffah merupakan sebuah keutamaan yang dimiliki manusia ketika dirinya mampu mengendalikan syahwat dengan akal sehatnya. Dari sifat 'iffah inilah kemudian lahir akhlak yang mulia seperti sabar, qana'ah, jujur, adil, santun, dermawan, dan perilaku terpuji yang lain. 

Sifat 'iffah inilah yang kemudian membuat manusia menjadi mulia (izzah). Sifat Iffah seperti batas pembeda antara prilaku manusia dengan hewan, bagaimana tidak, andaikata manusia sudah tidak lagi memiliki sifat 'iffah, maka dia tidak ada bedanya dengan sifat-sifat hewan. Karena itulah, tatkala seseorang mampu memfungsikan sifat 'iffah-nya, dalam kehidupannya, maka berarti akal sehatnya masih bekerja dengan baik. 

Dengan tiga sifat di atas manusia bisa menjalani kehidupannya dengan penuh arti. Tidak asal bersikap, bertindak dan berbicara ataupun berkomentar. Dengan sifat di atas pula manusia akan bisa menjaga eksistensi sebagai manusia yang sebenarnya melalui ke iffahannya, yakni menjaga dirinya dari dorongan hawa nafsunya. Dan dengan sifat Izzahnya manusia akan terhormat.

Dengan demikian, maka orang yang memiliki harga diri adalah orang yang mampu menampilkan kemuliaan dirinya, yakni 'izzah, menjaga kehormatannya, yakni disebut dengan muru’ah, dan menahan diri dari dorongan hawa nafsu yang disebut dengan 'iffah. Iffah juga bermakna menahan diri dari setiap perbuatan maksiat dan segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT.

Dalam prakteknya, atau pengamalan 'iffah, maka 'iffah terbagi menjadi dua, yakni menjaga dan menahan diri dari syahwat syahwat perut, dan menahan diri dari syahwat kemaluan. Yang dimaksud dengan menahan diri dari syahwat perut ialah menahan diri agar tidak meminta-meminta kepada selain Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah QS Al-Baqarah: 273 berikut:

لِلۡفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحۡصِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسۡتَطِيعُونَ ضَرۡبٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ يَحۡسَبُهُمُ ٱلۡجَاهِلُ أَغۡنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعۡرِفُهُم بِسِيمَٰهُمۡ لَا يَسۡ‍َٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلۡحَافٗاۗ وَمَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ 

Artinya, “(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui" (QS Al-Baqarah: 273)

Sedangkan dalil yang menerangkan tentang menjaga diri dari syahwat kemaluan di antaranya ialah firman Allah pada surah an-Nur: 33 berikut:

وَلۡيَسۡتَعۡفِفِ ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغۡنِيَهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ  

Artinya, “Dan orang-orang yang belum mampu untuk menikah hendaklah menjaga kesucian dirinya sampai Allah menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya” (QS an-Nur: 33). 

Hendaklah kita menjadi manusia yang hanya memusatkan permintaan kita kepada Allah melalu doa dan membuktikan keseriusan kita dalam mintanya dengan bekerja keras dan sekuat tenaga, sabar dalam menjalani kehidupan tamun tetap berusaha untuk bangkit dan menjadi lebih baik lagi baik dalahm hal ibadah kita ataupun baik dalam ekonimi. Sehingga keduanya ketka berjalan seiringan, maka hidup kita akan menjadi lebih baik lagi dalam menjalaninya sehari-hari. Rasulullah bersabda sebagai berikut:

مَا يَكُوْنُ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ لاَ أَدَّخِرُهُ عَنْكُمْ، وَإِنَّهُ مَنْ يَسْتَعِفَّ يُعِفَّهُ اللهُ وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبّرِهُ اللهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَلَنْ تُعْطَوْا عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ 

Artinya, “Kebaikan (harta) yang ada padaku tidak ada yang aku simpan dari kalian. Sesungguhnya siapa yang menahan diri dari meminta-minta, Allah akan memelihara dan menjaganya. Siapa yang menyabarkan dirinya dari meminta-minta, Allah akan menjadikannya sabar. Siapa yang merasa cukup dengan Allah dari meminta kepada selain-Nya, Allah akan memberikan kecukupan kepadanya. Tidaklah kalian diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. al-Bukhari). 

Sifat Iffah sendiri menjadi sifat yang sangat potensial pada diri setiap manusia, karena itulah menusia harus mendapatkan pendidikan yang baik sehingga ia dapat membentengi dirinya dari perbuatan yang tidak baik dan terus bisa menjaga eksistensinya sebagai manusia dengan menjaga kemuliaan dan berbuat mulia. 'Iffah tidak bisa diraih hanya dengan mempelajari teori. 

Sifat 'Iffah bisa dimiliki oleh setia manusia dengan syarat orang tersebut mau dan berusaha untuk terus melatih diri dan juga melalui pendidikan jiwa, yakni dengan memperbanyak mengerjakan amalan yang baik.

Sifat Iffah adalah bagian dari tingkat tertinggi dari akhlak manusia, dan juga menjadi perantara manusia tersebut dicintai oleh Allah SWT. Kenapa sdemikian?, dikarenakan denga sifat Iffah inilah kemudian melahirkan banyak sifat mulia dan terpuji sebagaimaa yang disampaikan di atas. Sehingga jika sifat 'iffah dari manusia sudah hilang, maka akan memberikan banyak pengaruh yang negatif dalam dirinya. Diantara dampat terburuknya ialah dapat membawanya pada perbuatan maksiat yang kemudian ia tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan salah, baik dan buruk, dan mana yang halal dan haram dikarenakan akal sehatnya sudah tertutup oleh syahwat semata.

Di antara doa yang diajarkan oleh Rasulullah untuk memiliki sifat 'iffah terdapat dalam kitab al-adzkar an-Nawawi, berikut bunyi doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اْلهُدَى وَالتُّقَى وَاْلعَفَافَ وَاْلغِنَى 

Artinya, "Ya Allah aku mohon kepadamu petunjuk, takwa, iffah (pengendalian diri), dan kecukupan" (HR Muslim).

Dalam kitab al-adzkar an-Nawawi tersebut dijelaskan bahwa doa di atas hendaknya dibaca pada pagi hari. Di antara tujuannya ialah agar sejak pagi kita sudah bisa terjaga dari perbuatan-perbuatan yang menjerumuskan kita kepada perbuatan maksiat yang menghasilkan dosa.

Sudah menjadi maklum dan masyhur bahwa semua manusia akan berusaha untuk mempertahankan harga dirinya, setiap manusa akan merasa menjadi wajib baginya untuk terus menjaga dan mempertahankan harga diri dengan harapan esistensi dalam hidupnya bisa berjalan dengan baik tanpa adanya tekanan dan kecanggungan dalam hidup bersosial. 

Di antara upaya untuk menjaga harga dirinya biasanya banyak orang bersikap dengan berupaya sekuat tenaga dan bekerja sekeras mungkin untuk mendapatkan banyak harta, dan mendapatkan pangkat jabatan. Semua ini dimaksudkan untuk menjaga harga dirinya dari kemiskinan dan meminta-minta. Hal ini menjadi baik tatkala niatnya semata-mata tetal Lillahi Ta’ala, karena memang dikehidupan sekarang yang serba instan, serba ber-uang, dan maka di atara cara untuk menghindarkan diri dari meminta-minta ialah dengan bekerja dengan semangat, dan mencari uang sebanyak mungkin. Allah SWT juga memerintahkan hambanya selain berdoa juga agar bekerja dengan baik, Allah tidak menyukai sikap hambanya yang pemalas dan putus asa.

Seperti yang kita tau seringkali kesenjangan sosial atau ekonomi menjadi pemicu manusia merasa rendah harga dirinya bagi yang miskin ekonomi dan mudah merendahkan karena merasa banyak harta. Hal yang demikian tidak dibenarkan dalam Islam, karena selain hidup ini memang tentag penghambaan kepada Allah dengan sepenuhnya dan setulusnya. Juga harta hanyalah sebatas harta jika tidak digunakan dengan baik dan dibuat untuk membantu sesame yang kemudian berbuah kebaikan bagi dirinya sendiri. 

Harta tetap harus dicari, bahkan islam tida pernah melarang hambanya untuk kaya raya, hal itu juga untuk menghindarkan dirinya dari meminta-minta dan agar hidupnya lebih khusuk dalam beribadah kepad Allah SWT. Bahkan kaum shufipun banyak yang kaya raya, karena yang dimaksud dengan shufi bukanlah orang yang tidak mau dengan harta sama sekali. Tetap mencari tapi merasa tidak memiliki tatkala sudah dimiliki sehingga adanya dunia tidak membuatnya menjauh dari Allah, dan tidak mengurangi ibadahnya. Justru sebaliknya.

Maka, dengan bermodalkan kekayaan harta yang dimilikinya, seseorang akan merasa bahwa harga dirinya semakin baik dan terjaga dari hinaan dengan dalih ekonomi dan terjaga martabatnya sehingga dirinya bisa dengan mudah bergaul dengan banyak manusia. Dalam hal ini hendaknya tetap harus diiringi dengan sikap tidak sombong dan tetap sadar bahwa harta yang dimilikinya semata-mata hanyalah titipan dari Allah SWT yang kapan saja bisa Allah ambil Kembali. Dengan demikian setiap nikmat sudah seharusnya selalu disyukuri, syukur dalam bentuk ucap dan perbuatan denga memperbanyak berbuat baik melalui harta yang dimilikinya, yakni dengan banyak membantu orang lain. 

Dalam Islam juga disampaikan agar umat manusia hendaknya menjaga harga diri dan rasa malu. Islam mempunyai lima perkara yang harus tetap dipertahankan oleh setiap manusia atau pemeluknya, yaitu: agama, jiwa, harta, keturunan, dan akal, Lima hal ini disebut dengan Maqhoshid Asy-Syari’ah yang harus selalu dijaga.

Islam sebagaimana yang disampaikan di atas, bahwa islam mengajarkan kepada umatnya agar di dalam menjalani kehidupannya hendaknya berlomba-lomba untuk mendapatkan derajat atau martabat yang tinggi, khususnya di hadapan Allah. Banyak konsep tentang derajat yang tinggi dalam Islam, misalnya dengan konsep menjadi orang yang beriman, menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah (muttaqien), dan menjadi orang yang sabar serta dan menjadi orang yang berilmu. Jika diperhatikan lebih mendalam lagi, kunci utamanya ialah dengan berilmu sebaik dan setinggi mungkin sehingga bisa menjalani kehidupannnya dengan baik sesuai dengan ketentuan dan asas-asal dalam kehidupan. Baik kehidupan dalam konteks hablun minAllah ataupun hablum minannas. 

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam A-Qur,an Surat Al Mujadalah ayat 11 berikut:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya, "Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadalah: 11)

Jagalah harga diri kita dengan tetap mempertahanan keimanan kita dan menjaga perbuatan kita dari hal-hal yang berakibat pada perbuatan buruk dan maksiat, baik maksiat kepada sesame manusia ataupun kepada Allah dengan meninggalkan kewajiban dan melanggar larangannya. Jadilah manusia yang dapat mempertahankan lima perkara di atas, yakni agama, jiwa, harta, keturunan, dan akal. Tetaplah menjaga eksistensi hidup kita dengan terus menjalankan kehidupan dengan memperhatikan tiga sifat ataupun sikap di atas, yakni izzah (kemuliaan diri), muru’ah (menjaga kehormatan diri), dan iffah (menahan diri).



REFERENSI/RUJUKAN

https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-pentingnya-menjaga-harga-diri-7mqZ1

Label: , , , , , , , ,

Keutamaan Hari Jum'at dan Amalannya

amalan hari jumat


A. Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

1. Membaca Surah Al-Kahfi

Dalam masalah ini, Imam Syafii memberikan penjelasan terkait dianjurkannya untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pendapat ini berdasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW. Begitu juga sangat dianjurkan untuk membaca surat Al-Kahfi pada Kamis malam atau malam Jumat dan juga siang harinya.
Pendapat Imam Syafii tersebut terdapat dalam kitabnya, yakni kitab , Al-Umm, Bairut-Dar al-Ma’rifah, 1393 H, juz, 1, h. 207. 

      (قَالَ الشَّافِعِيُّ) أَخْبَرَنَا إبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنُ مَعْمَرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ( قال الشَّافِعِيُّ ) وَبَلَغَنَا أَنَّ مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ وُقِيَ فِتْنَةَ الدَّجَّالِ. ( قال الشَّافِعِيُّ ) وَأُحِبُّ كَثْرَةَ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي كُلِّ حَالٍ وَأَنَا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَتِهَا أَشَدُّ اسْتِحْبَابًا وَأُحِبُّ قِرَاءَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَهَا لِمَا جَاءَ فِيهَا 

Artinya: "Imam Syafi’i berkata, telah mengkhabarkan kepadaku Ibrahim bin Muhammad, ia berkata telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman bin Ma’mar bahwa Nabi saw bersabda, “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat”. Beliau juga berkata, dan telah sampai kepadaku riwayat yang mengatakan bahwa barang siapa yang membaca surat al-Kahf maka ia dilindungi dari fitnahnya Dajjal. Selanjutnya beliau mengatakan, bahwa saya menyukai banyak-banyak membaca shalawat kepada Nabi saw dalam setiap keadaan, sedang pada hari Jumat saya lebih menyukainya (dengan memperbanyak lagi membaca shalawat), begitu juga saya suka membaca surat al-Kahf pada malam Jumat dan siangnya karena adanya riwayat dalam hal ini” (Muhammad Idris asy-Syafi’i, al-Umm, Bairut-Dar al-Ma’rifah, 1393 H, juz, 1, halaman 207).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka hukum membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat itu memang benar sunah. Karena, didukung pula dengan riwayat yang mengatakan bahwa barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi, maka akan dilindungi dari fitnah Dajjal. 
Terlepas dari hukum membaca surah al-kahfi di atas, membaca al-Qur'an sudah jelas mebuahkan pahala. Membaca satu hurufnya diganjar atau diberi pahala 10. Sebagai orang muslim sudah sepatutnya tidak mempertanyakan lagi, apa dalilnya, siapa yang berpendapat dan seterusnya. 

Kemudian keterangan lain yang menjelaskan terkait dengan keutamaan malam jum'at dengan membaca surah al-kahfi adalah sebagai berikut:

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُذْرِيّ قَالَ مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ 

Artinya "Diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri, ia berkata, Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka Allah SWT akan menyinarinya dengan cahaya antara dia dan rumah yang penuh dengan keindahan". (Sunan Ad-Darimi, 3273)

Berikut hadits yang menjelaskan tentang keutamaan membaca Al-Qur’an yang cukup familiar, yakni hadits riwayat Abdullah Ibnu Mas‘ud yang menyatakan, bahwa setiap huruf yang dibaca akan diberi balasan satu kebaikan. Setiap kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh, sebagaimana berikut ini.

   عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ 
Artinya: "Kata ‘Abdullah ibn Mas‘ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,” (HR. At-Tirmidzi).

Hari Jumat merupakan hari yang sangat luar biasa keistimewahannya, karena terdapat banyak peristiwa yang penting terjadi pada hari Jumat. Seperti contoh diciptakannya Nabi Adam AS. dan peristiwa dimasukkan dan dikeluarkannya dari surga juga terjadi pada hari Jumat. 

Sebagaimana keterangan hadits di bawah ini yang menjelaskan bahwa Sesungguhnya hari yang paling mulia bagi kalian adalah hari Jum’at. Pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, di hari itu ditiupkan ruh, dan pada hari itu dilaksanakan siksaan. Berikut bunyi haditsnya:

عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثَرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ، فّإنَّ صّلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ، قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ؟- أي بَلِيْتَ- قَالَ: إنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ حَرَّمَ عَلَى الْأرْضِ أنْ تَأكُلَ أجْسَادِ الْأنْبِيَاءِ—سنن ابن ماجه 

Artinya, "Diriwayatkan dari Aws bin Aws, Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya hari yang paling mulia bagi kalian adalah hari Jum’at. Pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, di hari itu ditiupkan ruh, dan pada hari itu dilaksanakan siksaan. Karena itu maka perbanyaklah membaca shalawat kepadaku. Sebab shalawat yang kamu baca pada hari itu akan didatangkan kepadaku. Lalu sahal seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah bagaimana mungkin shalawat yang kami baca itu bisa dihadapkan kepadamu, padahal engkau telah hancur dimakan bumi? Rasulullah SAW menjawab: Sesungguhnya Allah ’Azza wa Jalla mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi-Nya". (HR Ibnu Majah, 1075)

Di atara peristiwa penting yang terjadi pada hari jumat ialah diriwayatkan bahwa kelak hari kiamat jatuh pada hari Jumat, hal ini sebagaimana riwayat yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim.

Sebagaimana riwayat yang terdapat dalam kitab Shahih Muslim.

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ 
Artinya: "Sebaik-baiknya hari di mana sang surya menyinarinya adalah hari Jumat. Pada hari Jumat Nabi Adam  as dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jumat" (HR Muslim).  

2. Membaca Surah Yasin

Di antara sekian banyak kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat saat mengisi kegiatan keagamaan di malam Jumat adalah dengan membaca surat Yasin, bahkan sore harinya tida sedikit yang berdatangan ke kuburan untuk ziyaroh kemudian membaca yasin. Surat yasin juga dibaca dibanyak majelis. Ada yang menjadikannya sebagai rangkaian bacaan tahlil, ada juga yang biasa kita kenal dengan sebutan jamaah Yasinan, atau sebatas kegiatan masyarakat yang dikhususkan di malam jum'at dengan membaca surat yasin.
Berikut di antara dalil yang menjelaskan keutamaan membaca surah yasin di malam jumat yang disebutkan secara tegas dalam sebuah hadits riwayat Abu Daud sebagai berikut: 

   من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله   

Artinya: "Barang siapa membaca surat Yasin dan Al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya". (HR Abu Daud dari al-Habr)  

3. Membaca Sholawat

Terkait dengan keutamaan memperbanyak membaca sholawat di malam jumat ataupun hari jumat, maka sudang dijelaskan secara gamblang di banyak kitab oleh ulamak. Diantaranya sebagaimana penjelasan yang ada dalam kitab Nawadirul Hikayah karya Syaikh Syihabuddin bin Salamah al-Qulyuby, berikut bunyi haditsnya: 

 روي عن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله غليه وسلم: "من صلى عليّ في يوم الجمغة مائة مرة قضى الله له مائة حاجة, سبعين من حوائج الأخرة وثلاثين من حوائج الدنيا. ويوكل الله بصلاته على ملكا حتى يدخلها على قبري كما تدخل على أحدكم الهداية. ويخبرني بإسمه فأثبته عندي في صحيفة بيضاء وأكفئه بها يوم القيامة

Artinya: "Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu 'Anhu berkata: Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasalam bersabda: Barang siapa bershalawat kepadaku di hari Jumat 100 kali, maka Allah akan mengabulkan baginya 100 hajat (kebutuhan), yang 70 dari kebutuhan akhirat dan 30 dari kebutuhan-kebutuhan duniawi. Dan Allah membebankan shalawat tersebut kepada malaikat hingga menghaturkannya ke kuburanku, layaknya (cahaya) hidayah yang masuk kepada kamu sekalian. Dan malaikat memberi tahu akan namanya, kemudian aku menetapkannya di sampingku di dalam lembaran yang putih bersih, dan dengan shalawatnya, aku mencukupinya (memberi syafaat) kelak di hari kiamat". 

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa hendaknya manusia memperbanyak membaca sholawat. hadits tersebut diriwayatkan dari Aus bin Aus, Rasulullah SAW bersabda: 

ان من افضل ايامكم يوم الجمعة فيه خلق ادم و فيه قبض وفيه النفخة وفيه الصعقة فاكثروا من الصلاة علي فيه فان صلاتكم معروضة علي

 Artinya, "Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah Hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptaan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk.  Oleh karena itu perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat kalian akan dipersembahkan kepadaku".

Dalam hadits lain, yakni hadits riwayat Abi Umamah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

 اكثروا من االصلاة علي فى كل يوم جمعة فمن كان اكثرهم علي صلاة كان اقربهم منزلة

Artinya, "Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku setiap hari Jumat. Barang siapa yang paling banyak membaca shalawat atasku, maka dia paling dekat kepadaku kedudukannya." 

Begitu juga dengan hadits yang bersumber dari riwayat sahabat Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

 من صلى علي في يوم الجمعة الف مرة لم يمت حتى يرى مقعده فى الجنة 

Artinya, "Barang siapa membaca shalawat atasku pada hari Jumat seribu kali, maka ia tidak mati kecuali akan diperlihatkan kedudukannya di surga." 

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa betapa agung dan dahsyatnya keutamaan membaca sholawat, khususnya pada malam jumat sangat di anjurkan untuk memperbanyak sholawat. Terlebih dalam banyak riwayat disebutkan bahwa dengan membaca satu sholawat maka akan diberikan 10 kali lipat pahala. Hal ini sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim berikut:

  مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Artinya, “Siapa saja yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali,” (HR Muslim). 

Sebagamana penjelasan dari banyak hadits di atas bahwa shalawat nabi memiliki banyak keutamaan bagi yang umat mengamalkannya atau membacanya, lebih-lebih degan jumlah yang banyak. Selain soal pahala bagi yang membacanya, amal dari membaca shalawat kepada Rosulullah juga dapat menghapuskan dosa dan mengangkat derajat orang yang membacanya, keterangan ini sebagaimana yang ada dalam keterangan hadits riwayat An-Nasa’i berikut: 

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ 

Artinya, "Siapa saja yang membaca shalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan," (HR An Nasa’i)


B. Dalil Keutamaan Hari Jum'at

Hari Jumat merupakan hari yang agung, mulia dan disebut dengan sayyidul ayyam. Allah SWT memuliakan umat Nabi Muhammad SAW dengan hari Jumat, kemuliaan ini tidak diberikan kepada umat nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad SAW diutus. Pada malam jum'at umat Nabi Muhammad dianjuran untuk meningkatkan amal ibadah dan memperbanyaknya, seperti yang sudah masyhur di antaranya ialah memperbanyak membaca shalawat kepada Rasulullah SAW, memperbanyak sedekah, membaca yasin, dan lai-lain.

Terkait dengan keutamaan dan kemuliaan hari jumat, maka terdapat beberapa dalil yang menunjukkan terhadap keutamaan hari Jumat. Antara lain ialah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Syafi’i dan al-Imam Ahmad yang meriwayatkan dari Sa’ad bin ‘Ubadah, berikut bunyi haditsnya:

 سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya: "Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung daripada hari raya kurban dan hari raya fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat".

Dalam hadits lain disebutkan, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash berikut: 

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ 

Artinya, “Tiada seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur”.

Hadits di atas menurut ulamak mencapai tingkatan hadits hasan, hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam kitab Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal. 286 cetakan Pondok Pesantrena Jampes Kediri, dengan mengutip keterangan dari Imam al-‘Azizi bahwa hadits tersebut mencapai tingkatan derajat hadits Hasan.

Di antara keutamaan hari jum;at yang lain ialah dengan melaksanakan shalat Jumat, maka orang yang tidak mempu di ibaratkan dengan naik haji pada hari jumat tersebut, artinya hari jum'at merupakan hajinya orang-orang yang tidak mampu. Hal ini sebagaimana Sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam al-Qadla’i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

 اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ
 
Artinya, “Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir”.
 
Kemudian, terkait dengan hadits tersebut, Syekh Ihsan bin Dakhlan menjelaskan sebagai berikut:

 يَعْنِيْ ذَهَابُ الْعَاجِزِيْنَ عَنِ الْحَجِّ اِلَى الْجُمُعَةِ هُوَ لَهُمْ كَالْحَجِّ فِيْ حُصُوْلِ الثَّوَابِ وَاِنْ تَفَاوَتَ وَفِيْهِ الْحَثُّ عَلَى فِعْلِهَا وَالتَّرْغِيْبُ فِيْهِ
Artinya, “Maksudnya ialah, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju shalat Jumat, seperti berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala, meskipun berbeda tingkat pahalanya. Dalam hadits ini memberi dorongan untuk melakukan Jumat”. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.282, cetakan Ponpes Jampes Kediri,). 

Hal serupa terkait keutamaan di hari jumat disampaikan dalam hadits lain, hadts ini menjelaskan tentang rangkaian ibadah di hari jumat yang membuahkan pahala. Berikut bunyi haditsnya: 

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا 
Artinya, “Barang siapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun". (HR. Al-Tirmidzi dan al-Hakim). 

Menurut Imam al-Tirmidzi hadits di atas statusnya mencapai derajat hadits Hasan, sedangkan menurut al-Hakim hadits tersebut mencapai derajat hadits Shahih. 

Keterangan lain disampaikan dalam Hadits shohih muslim atau Imam Muslim adapun haditsnya sebagai berikut: 

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَدَنَا وَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ 

Artinya, “Barang siapa berwudlu kemudian memperbaiki wudlunya, lantas berangkat Jumat, dekat dengan Imam dan mendengarkan khutbahnya, maka dosanya di antara hari tersebut dan Jumat berikutnya ditambah tiga hari diampuni”. (HR. Muslim).



REFERENSI/RUJUKAN

Muhammad Idris asy-Syafi’i, al-Umm, Bairut-Dar al-Ma’rifah, 1393 H, juz, 1, halaman 207

Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.282, cetakan Ponpes Jampes Kediri,

Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam kitab Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal. 286 cetakan Pondok Pesantrena Jampes Kediri

Kitab Nawadirul Hikayah karya Syaikh Syihabuddin bin Salamah al-Qulyuby

HR. Al-Tirmidzi dan al-Hakim

HR. Muslim dan HR An Nasa’i

https://lampung.nu.or.id/syiar/dalil-keutamaan-membaca-surat-al-kahfi-di-malam-jumat-ZN3ru

https://jatim.nu.or.id/keislaman/malam-jumat-disunahkan-membaca-surat-al-kahfi-ini-dalilnya-I2OUH

https://islam.nu.or.id/jumat/dalil-keutamaan-hari-jumat-XB4Tt

https://islam.nu.or.id/jumat/nilai-lebih-baca-sholawat-pada-hari-jumat-GVoMT

https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/perhatikan-10-keutamaan-membaca-shalawat-nabi-4ZyBE

Label: , , , , , , ,

Selasa, 16 Agustus 2022

Diktum Cinta

 


Setelah mengimami sholat isyak, berdzikir, berdoa dan membaca sholawat karangan pendiri pesantren al-khoirot bersama seluruh santri. Kemudian pemuda itu sholat sunnah dua rokaat dan turun dari masjid. Ia memasuki kantor dan membuka HP untuk melihat pesan WhatsApp. Di antara sekian pesan yang ada, pemuda itu terlebih dahulu membuka pesan dari pamannya, paman zaini. Ia menerima pesan yang berisi nomor dari gadis yang tadi sorenya dipinang atau dikhitbah untuknya.

Sore setelah asar bapak dan paman pemuda itu bersama dengan seorang Habib meminang gadis sholihah untuk anaknya. Dengan rasa syukur yang sangat amat ia panjatkan, karena khitbahnya diterima. Namun demikian, pemuda ini sampai detik itupun belum punya media untuk berkenalan dengan gadis tersebut, sehingga pamannya lah yang memintakan nomornya pada ibu dari gadis itu sendiri.

Setelah menyimpan nomornya dengan baik, kemudian pemuda itu menghubunginya dengan pesan singkat, salam dan bertanya apakah benar atau tidak nomor yang ia maksud. Setelah dijawab salamnya dan dinyatakan benar nomornya ialah nomor gadis yang tadi sore dikhitbah. Akhirnya pemuda itupun menutup HP nya dan bersiap ke masjid untuk mengaji kitab ke salah satu pengasuh pesantren.

Hari-hari berjalan dengan baik, keduanya semakin kenal dan saling bertanya-tanya seputar masa lalu dan pendidikannya. Dua hari kemudian lamaran dilangsungkan, lamaran berjalan dengan baik dan penuh haru. keduanya benar-benar resmi bertunangan, keduanya juga saling menjaga diri untuk menunggu masa di mana nantinya keduanya disatukan dalam ikatan suami istri yang sah.

Seiring berjalannya waktu, saling kirim pesan melalui WhatsApp, saling bercanda melalui kata-kata singkat. Pemuda itupun kadang heran, Gadis yang katanya orangnya cuek dan sulit bergaul, namun kenapa aku selalu bisa melihat sisi-sisi romantis dan perhatiannya yang kemudian dapat menerbitkan senyumku. wkwkwk.. Gini amat rasanya punya tunangan, lantas bagaimana kalua sudah jadi suami istri, hehehe.

Pemuda itupun membuat story WhatsApp yang menggambarkan kebahagiaannya, status itupun ditulis dengan berbahasa arab, ya biar lebih keren dikit lah. Masa iya bahasa Indonesia terus hehe

Berikut isi tulisannya:

فإذا سألتني من لحياتي كافية؟، فاعلم إنها فائزة المشرفة، هي إمرأة صالحة متدينة متعلمة و جميلة فى الأخلاق

Artinya “Jika kamu tanya siapakah orang yang cukup dalam hidupku? Maka ketahuilah sesungguhnya dia adalah Faizatul Musyarrofah, Dia gadis yang cantik, sholihah, baik agamanya, bagus pendidikannya dan cantik rupa serta akhlaknya”.

Tanpa disadari setelah sekian menit sttus itu di kirim pada stori WhatsApp, banyak banget orang-orang yang mengomentari, ada yang mendoakan, bertanya siapa Namanya, orang mana, ketemu di mana, apakah teman kuliahnya, dan kapan nikahnya. Yang sangat berbeda ialah komentar dari salah satu temannya yang sudah menikah duluan. Dia ialah ustadz Edi Purwanto, dia lebih tertuju pada susunan kata-kata yang pemuda itu tulis, menurutnya bagus sekali dan gurih dibaca dan didengar narasi bahasa abarnya.

Pemuda itu berkata:

Dari nama indahnya itu pula muncul harapanku, semoga aku dan kamu mendapati kemenangan dalam hidup, menang melawan hawa nafsu, dan menang mengendalikan amarah sehingga kehidupan kita nanti penuh dengan keharmonisan dan cinta kasih, nama depanmu, Faizah. Berharap, aku dan kamu dapat menjalani kehidupan Bersama setelah sah sebagai suami istri dengan kehidupan yang mulia, sebagaimana arti kata di akhir namamu. Musyarrofah.

Kita memang tidak pernah saling kenal sebelumnya, bahkan kita hanya berproses 15 hari dari pertama kali aku menerima foto kamu sampai akhirnya kita resmi bertunangan. Kamu sebagai anak penurut yang mengerti betul keinginan baik kedua orang tuamu, dengan ilmu yang kamu miliki dan didikan baik dari kedua orang tuamu akhirnya membuatmu mampu menerima semuanya dengan baik, ridho dengan keadaan dan bahagia dengan pertunangan ini. Aku sangat bersyukur dan bahagia dengan pertunangan ini, akupun juga bisa melihat bilik-bilik kebahagiaanmu sebagaimana bahagiaku.

Kamu, gadis yang suka dengan cerita, suka dengan buah-buahan, suka dengan segelas kopi, suka dengan pemandangan indah alam semesta dan insyaAllah aku yakin kamu juga suka ke padaku, zaironi pemuda yang sederhana yang hanya punya lembaran kitab dan ijazah kemudian berani mengkhitbah dan meminangmu untuk jadi tunanganku dan nanti akan menjadi istriku. wkwkwk.

Meskipun rupaku begini adanya, ilmuku minim banget, aku juga bagian dari sekian banyak santri yang istiqomah mempertahankan prestasi di madrasah diniyah loh, tidak pernah lepas dari urutan ke 3 terbaik, hanya dua kali saja aku gagal, itupun diurutan ke empat. Prestasi itu hanya sebatas prestasi, karena keilmuan yang aku miliki tidak seberapa dan tidak merepresentasikan keilmuanku sama sekali. Setidaknya, aku siap menjadi imam sholatmu sebagai suami istri, bukan orang asing yang menjadi imam dan makmum. Setidaknya, aku siap menjadi ayah dari anak-anak kita nanti, aku yang mengajarkan mengaji qur’an, aku fokus ke tajwidnya, kamu fokus ke makhorijul khurufnya. Aku fokus pada panjang pendek bacaannya, kamu fokus pada keindahan cara bacanya. Sebagaimana keindahan raut wajah anggunmu, manis, cantik, dan menyenangkan hati, pokok ora merengut dan marah-marah wkwkwk.

Aku masih heran, karena aku kuliah di UIN Maliki Malang sudah tiga tahun, dua tahun di Pascasarjana program magister manajemen pendidikan islam (MPI) dan satu tahun berikutnya di pascasarjana program doktor pendidikan agama Islam (PAI). Semuanya aku tempuh di UIN Maliki Malang, tapi selama itupun kita tidak pernah bertemu, namun Allah mempertemukan kita pada waktu yang sangat tepat dan baik. Aku yang sedang menjalani dua perkuliahan, rasanya tidak ada waktu selain untuk belajar, mengerjakan tugas, mengaji, mengajar dan kuliah. Kuliah S2 di IAI Al_Qolam program beasiswa S2 PAI dan Kuliah S3 di UIN Maliki Malang Jurusan PAI yang bersamaan, makan sempat mikir cari jodoh, ternyata tanpa susah payah menjari ada saja jalan terbaik dari-Nya untuk mempertemukan kita. Padahal aku hampir dua hari sekali melewati jalan di depan rumahmu, tapi mau bagaimana lagi, namanya saja dulu Allah belum menghendaki kita berdua untuk bertemu.

Aku saja heran dengan pertemuan ini, apalagi dengan mereka. pantes saja mereka selalu bertanya-tanya, kapan ketemunya, kenal di mana, bagaimana prosesnya dan seterusnya. Yang jelas kehendak dan kuasa Allah itu sangat indah dan tidak bisa sedikitpun di kejar oleh nalar akal.

Suatu ketika kamu mengirimkan pesan bahwa kamu tidak bisa masak, seketika itu aku tertawa. Mana mungkin cewek gak bisa masak, yang ada belum mahir dengan sekian racikan bumbu untuk memasak, toh nanti juga pasti bisa memasak dengan baik. Bahkan mampu membuat suami dan anak-anaknya ketagihan masakanmu. hehe.

Hari terus berjalan, detik demi detik tak henti berputar. Ternyata kita sudah satu minggu resmi bertunangan. Ternyata kamu tidak sesuai prediksiku, aku sebelumnya mengira bahwa kita akan kaku dalam menjalani hubungan ini, saling cuek dan tidak mau saling sapa melalui pesan. Aku kira kamu tidak akan bisa romantis dan tidak akan bisa membuat senyum dan tawaku pesah. Ternyata aku salah, kamu tidak seperti itu. Justru kamu orangnya sangat legowo, baik, penurut, romantis dikit-dikit wkwkwk, perharian juga dikit-dikit hehe. Maklaumlah, kita juga baru saling kirim pesan hanya dalam waktu satu minggu alias 7 hari ini. Itupun kita saling mengerti kesibukan kita, pagi hari kita sama-sama mengajar, juga sama-sama kuliah. Jadi, maklumlah dengan perkembangan perkenalan yang baik ini, nanti pasti akan lebih baik dan terus membaik.

"Happy one week of our engagement anniversary, I love you very much, very lucky to have a fiancé like you, may we be partners in the world and the hereafter, mate forever and continue to spread kindness together, build a loving family and a harmonious family. sakinah mawaddah wa rohmah family".


Rabu 10 Agustus 2022 -  Rabu 17 Agustus 2022.

"Hari ini di Malang tanggal 17 Agustus 2022, Zaironi dan faizah dengan penuh perasaan bahagia telah resmi satu minggu bertunangan. Atas nama Zaironi dan Faizah, Hal-hal yang mengenai penyempurnaan dalam hidup dan kebahagiaan sepanjang hidup, saling mencintai, merawat hubungan sampai detik terakhir kehidupan, bersama-sama menebar kebaikan dan membahagian kedua orang tua dan semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah dan mengikuti sunnah Rosul-Nya, akan diselenggarakan dalam tempo yang selama-lamanya.”

Merdeka, merdeka dan merdeka. Semoga kita bisa terus merawat kemerdekaan ini, sebagaimana tekat kita berdua untuk saling merawat cinta, kasih sayang dan ridho kedua orang tua sepanjang hidup kita. Sekarang, nanti dan seterusnya. selalu bersama-sama.

Terimakasih untuk semuanya, tunanganku..

To be with you, That's all i want


 

Label: , , , , , , ,

Selasa, 09 Agustus 2022

JODOH ITU TELAH TIBA. Part I


Tepat pada hari senin, 25 Juli 2022 agus memulai aktifitas paginya dengan mengajar, sebagaimana hari senin biasanya ia mempunyai jadwal yang padat untuk mengajar di kelas. Setelah mengajar di dua kelas yang berurutan, tibalah watu istirahat. Sebagaimana biasanya agus dan guru-guru berkumpul di kantor (ruang guru) untuk berdiskusi dan bersenda gurau bersama. Setelah dua jam sejak jam 7:15 s/d jam 9:15 tidak membuka whatsApp, kemudian agus membukanya, dan dia sambil menerbitkan senyumnya saat membuka salah-satu isi pesan dari salah satu teman kuliahnya. Beliau ialah Gus Ulul Bashoir, orang yang sangat sabar, mengayomi dan cerdas. Kecerdasannya terbukti ketika diskusi di kelas saat kuliah.

Gus Ulul sendiri adalah temannya agus di perkuliahan program magister (S2) di salah satu kampus yeng terletak di kabupaten malang. Gus ulul dan agus juga kebetulan berteman baik dan juga ada disatu kepengurusan organisasi pesantren center nusantara, sehingga dengan seringnya bertemu keduanya menjadi semakin dekat dan akrab namun tidak lupa dengan nilai-nilai etika santri pada umumnya. 

Gus ulul selain mahasiswa S2, beliau juga menjadi guru di salah satu SMK di kab. Malang yang juga sekaligus menjadi pengasuh salah satu pesatren di kab. Malang yang didirikan oleh beliau sendiri, artinya beliau benar-benar merintis dan membangun wadah untuk  dakwah. beliau adalah satri lirboyo.

Isi pesan tersebut sangat memaksakan agus untuk tersenyum, menggeliti untuk membalas pesannya Gus Ulul, bagaimana tidak demikian, isi dari pesan itu ialah bentuk dorongan dan dukungan untuk agus agar segera menyempurnakan hidupnya dengan berkeluarga (menikah), tentu tidak hanya dengan memberikan nasehat, tapi sekaligus memberikan dua pilihan wanita cantik, muta'allimah, sholihah dan agamis. Keduanya (dua gadis) itu sama-sama santri, mahasiswa S2 tapi beda kampus, sama-sama masih semester 3, teduh dan menyejukkan mata saat dilihatnya dan tentunya sholihah dan taat agama.

Bagi agus, ini bukan kali pertamanya diberikan pilihan untuk dijodohkan semacam ini, sebelumnya sudah sering ditawari untuk dijodohkn baik oleh kerabatnya ataupun teman dan gurunya. Bukannya agus bersikap pemilih yang teralu, namun baginya wanita yang hendak dijodohkan dengan dirinya tidak ditemukan rasa srek dan mantabnya. Baginya yang penting santri, bisa mengaji dan mengerti hukum islam dasar untuk kehidupan sehari-hari, ya menjadi keberuntungan jika mendapatkan yang muta'allimah, artiya certas, pintar dan bisa saja dimaknai lulusan kuliah hehe.

Setelah berfikir sejenak, akhirnya agus memberanikan diri untuk membalas pesan whatsApp dari gus ulul tersebut. ia ketik dengan teliti dan membacanya dengan seksama, selain menghindari kesalah fahaman juga menghindari bacaan yang salah. lebih-lebih sebagai mahasiswa sudah bukan zamannya mengetik pesan dengan sesuka hatinya, apalagi ini pesannya dari seorang kiyai muda yang pakar dan macannya dalam bahsul masail, yakni yang akrab dipanggil dengan Gus Ulul.

Akhirnya agus memblas pesan tersebut dengan menjawab salamnya dan menanyakan salah satu dari dua wanita yang fotonya dikirim tersebut. "maaf Gus, yang ini anak mana nggih dan mondok di mana"?. Gus Ulul menjawab, "Gadis yang ini anak penjalinan gus, anaknya juga santri, juga satu almamater dengan panjenengan di S3 nya, sia mahasiswa S2 di sana". 

Gus Ulul kemudian menyambung pertanyaan berikutnya, "Kalau panjenengan oke saya beri nomornya Gus Abdurrahman nggih, beliau yang mendapatkan mandat dari abahnya untuk mencarikan calon, saya hanya membantu Gus Abdur rahman saja, biar lebih luas informasinya". Agus menjawab "Inggih"

Gus Abdur Rahman sendiri adalah seorang santri, dosen dan juga tokoh masyarakat yang juga aktif mengikuti kajian kitab Ihyak karya Imam al-Ghozali. Gus Abdur rahman adalah sepupu dengan Gus Ulul. Gus Abdur Rahman kebetulan satu majlis dalam forum kajian tersebut dengan abahnya gadis yang ditanyakan oleh agus.

Setelah Agus menyimpan nomornya Gus Abdur Rahman yang diberikan oleh Gus Ulul, agus memulai pesannya dengan salam, 

Agus: Assalamualaimum kiyai, ini saya agus temannya Gus Ulul, saya oleh beliau diminta menghubungi panjenengan.

Gus Rahman: Waalaikumussalam, Inggih, bagaimana mas, apa sekilas dari foto itu kamu mendapati kecocokan?

Agus: Agus menjawab, inggih kiyai, mohon maaf, izin bertanya, gadis ini asalnya mana nggih, dan apakah pernah nyantri atau tidak?

Gus Rahman: Inggih mas, dia pernah nyantri sampai lulusan S1 kemarin, dia kebetulan masih studi S2 di UIN Maliki, sekarang masih semester 3, dia anaknya abah ... InsyaAllah anaknya baik. kalau oke bisa mas kirim CV nya saja nggih, nanti kita lihat respon dari keluarganya si cewek bagaimana dan perkembangannya nanti saya kabari panjenengan mas.

Setelah agus mendapati kemantaban, kemudian agus menelfon ibu dan bapaknya, ia menceritakan panjang lebar informasi yang didapatkan, setelah lama menelfon. Kemudian restu ia dapatkan dan akhirnya diapun maju ke langkah yang lebih lagi.

Dengan santai Agus menuliskan CV nya dengan singkat, ia hanya mencantumkan latar belakang keluarga, tahun lahir dan latar bekalang pendidikan sejak MI sampai dengan S3, Sejak nyantri hingga lulus Madin, dan mengajar atau pengabdiannya. Agus kemudian mengirim pesan ke Gus Rahman, Ini Gus CV saya.

Sebenarnya awalnya ia tidak ingin mencantumkan dimana ia kuliah, namun dikarenakan gadis tersebut anak kuliahan dan juga sedang studi S2 di kampus bergengsi di malang. maka aguspun menyertakan latar pendidikannya sejak S1, S2 pertama, S2 kedua, dan S3 nya. Dalam pesan ia tidak lupa menyampaikan lagi bahwa dirinya hanya seorang santri dan dari keluarga biasa saja.

Setelah satu hari berlalu, akhirnya agus mendapati tanda-tanda baik, kemudian agus matur ke Gus Rahman "kiranya apakah bisa Gus kita dimediasi untuk dipertemukan, kita tahu zaman sekarang bagaimana, takutnya yang di sana nanti kecewa dengan keberadaan sayayang sebenarnya".

Gus Rahman menjawab, "kita ke rumahnya saja nggih, ini sama abahnya diminta kesana saja, lebih baik juga bukan? untuk hari dan waktunya nanti saya tanyakan lagi ke abahnya kira-kira kapan"

Agus: Inggih Gus

Setelah dua hari menunggu akhirnya Agus menerima pesan bahwa pada hari selasa sore bakda asar pertemuan itu akan dilaksanakan, hari selasa itu tepat satu minggu dari awal prosel.

Tibalah hari selasa sore, setelah sholat asar agus ditemani dua orang hebat bertamu ke rumahnya gadis tersebut, agus ditemani oleh Gus Ulul dan Gus Abdur Rahman. Setelah tiba di rumahnya gadis itu, Gus Rahman selaku teman karibnya gadis tersebut ia mengawali salamnya. Setelah mengucapkan salam kemudian terdengar jawaban dari dalam dengan suara yang lembut, dari suaranya sudah jelas ini pasti suara gadis yang hendak diperkenalkan denganku, gumam agus dalam hatinya. Gadis itu membukakan pintu dan mempersilahkan tamunya masuk, namun sebelum tamu masuk, agus sebagai orang yang ingin memastikan dan ingin tahu orang yang sedang proses ta'arruf dengannya, maka iapun berusaha sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat sekilas gadis yang hendak dijodohkan denganya. 

Ah, sekilas sesuai denga difoto, berarti sudah benar dan sesuai, gumam agus dalam hatinya. Maklum, santri mana berani memandang gadis lama-lama, apalagi di depan agus ada dua Kiyai yang menemaninya. hehe

Setelah masuk, kemudian keluarlah Abahnya gadis tersebut, mengucapkan salam dan mempersilahkan duduk kembali kepada tamunya. Dari suaranya orang ini sepertinya madura, berarti tidak mempersulit saya untuk menjawab pertanyaan apa saja yang nanti bisa saja ditayakan, gumam agus. Maklum, agus tidak begitu bisa bahasa jawa kromo hehe.

Disela-sela perbincangan, agus ditaya dari mana asalnya, mondok di mana dan apakah sudah mengajar atau belum. Perbincangan itu lama sekali, sekitar satu jam setengah, isinya seputar agama, hukum ini dan itu, keterangan di kitab ini dan kitab itu. Ya maklumlah, Gus ulul, Gus Rahman dan Abahnya gadis ini orang-orang yang ahli mutolaah kitab dan sering diskusi atau musyawaroh kitab. Apalagi mereka semuanya menjadi guru, jadi alur pemikirannya luar biasa. Agus bergumam, saya mondok hampir 11 tahun, tapi masih sulit mengimbangi isi pembicaraan mereka yang serba hukum, dalil, kitab dan menyikapi keadaan di zaman sekarang. Pemirikan mereka luar biasa mendalam. Malu rasaya dan sangat menyesal lama dipondok kenapa tidak sungguh-sungguh belajarnya, Ingat guys, menyesal itu di belakang, bukan di awal. hehe

Setelah berbincag-bincang panjang lebar, tibalah di mana Gus Abdur Rahman menyampaikan maksud kedatangannya. yakni menindak lanjuti ta'arruf yang sudah berjalan dan sebagainya, akhirnya abahnya gadis itu memberikan jawaban bahwa InsyaAllah tidak sampai 5 hari akan ada jawaban. Mohon ditunggu dengan sabar, karena kami juga harus bermusyawarah dengan keluarga dan khususnya anak saya yang terlibat utama dalam hal ini. Begitulah jawaban abahnya gadis tersebut.

Setelah bincang-bincang, dikarenakan maghrib sudah hampir tiba, kemudian Gus Abdur Rahman menutup pertemuan itu dengan pamit. Kita bertiga bersalaman dengan abahnya gadis itu, dengan gemetar agus bersalaman dan mencium tangan mulia tersebut. ya maksudnya semua tangan ayah itu mulia, mereka sebagai penopang keluarga, mencari nafkah dan menghidupi keluarga.

Tepat hari kamis, jeda dua hari dari pertemuan itu kemudian setelah agus turun dari masjid setelah mengikuti kajian kitab rutinan dengan kiyainya di pesantren. Agus membukan HP dan mendapati pesan dari Gus Abdur rahman, isinya adalah kabar baik dan gembira. Yakni pihak keluarga gadis dan gadis itu menerima khitbah atau ajakan untuk menjalin kehidupan yang labih serius lagi. keluarga gadis itu sudah membuka pintu secara terbuka dan menunggu kira-kira kapan keluarganya Agus datang untuk mengkhitbah gadis cantik itu secara resmi sebagaimana adat yang sudah ada.

Setelah itu Agus menelfon bapak dan ibunya menyampaikan kabar baik tersebut, bapak dan ibunya mengucapkan hamdalah dan tersenyum mendengar kabar itu. yang lebih takjub lagi, mungkin ini bagian dari jawaban Allah atas doa-doa bapak dan ibu, karena mereka menginginkan anaknya tetap mengabdikan dirinya dengan mengajar di pesantren tempat dia nyantri, dan juga tidak jauh dari rumahnya. 

Akhirnya, karena bapaknya agus bekerja di luar kabupaten, yakni di madura. Maka khitbah itu dilaksanakan pada hari seninnya, yakni 4 hari setelah kamis. Pesan itu agus sampaikan kepada Gus Abdur Rahman sebagai penyambung komunikasi dari kedua belah pihak.

Tibalah hari seni, 08 Agustus 2022 (08-08-2022), lumayan, tanggal cantik, hehe. Senin bakda asar bapaknya Agus dan pamannya Agus beserta Habib Ubaidillah tiba di pesantren untuk diskusi alur penyampaian maksud kedatangannya nanti, pertemuan itu benar-benar diseting dengan baik agar tertata dan berjalan dengan baik.

Sebelum bapaknya agus, Pamannya Agus, dan Habib Ubaidillah berangkat ke rumahnya gadis tersebut untuk mengkhitbah, Agus dan Bapanya terlebih dahulu sowan minta doa restu kepada kiyainya agus di pesantrennya. Sebagai santri yang sudah lama mondok, yakni sekita 11 tahunan. Menjadi penting juga meminta doa dan restu kepada gurunya, apalagi agus masih mukim di dalam pesantren dan juga mengajar di Madin dan MTs di dalam yayasan pesantrennya.

Setelah sowan dan menyampaikan maksud bertamunya, akhirnya kiyai memberikan doa dan restunya kepada agus dan bapaknya. Senang juga saya mendengarnya, semoga menjadi jodoh dunia akhirat yang sakinah mawaddah warohmah nanti. begitulah kira-kira isi doa kiyai.

Akhirnya mereka bertiga berangkat ke rumahnya gadis tersebut, jika ada yang bertanya kenapa Habib ubaidillah diajak untuk ikut mengkhitbah, dikarenakan bapaknya agus sudah memasrahkan agus juga ke Habib Ubaidillah, terlebih Habib Ubaidillah juga menjadi kepala madrasah MTs di Al-Khoirot yang mana bendaharanya Agus itu sendiri.

Setelah menunggu satu jam lebih, akhirnya mereka tiba di pesantren dan mendapatkan hasil yang baik dan membahagiakan. bahkan lamarannyapun dilaksanakan hanya jeda dua hari dari khitbah itu, yakni hari Rabu tanggal 10 Agustus 2022. singkat bukan proses ini? benar-benar ta'arruf yang islami, tidak ada kata pacaran, apalagi harus kenal lebih lama lagi tanpa status yang jelas. Keduanya lebih pada ta'dziman dan hurmatan wa to'atan kepada kedua orang tuanya. karena kita tahu tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya mendapatkan pendamping yang tidak baik. 

Setelah isyak, dikarenakan kiyai yang biasa mengimami sholat isyak sedang mios (keluar), maka dialah yang diminta untuk mengimaminya oleh ubudiyah (bagian peribadatan) di pesantren. Kemudian setelah sholat berjamaah selesai, agus ke kantor dan membuka HP, lalu membuka isi pesan di whatsApp, diantara pesan itu adalah pesan dari Pamannya agus yang tadi ikut mengkhitbah. dia mengirimkan nomor whatsApp nya gadis itu. ternyata Ibunya gadis itu adalah guru ngajinya istrinya pamannya agus waktu dulu nyantri.

Setelah di save nomornya, Agus masih bingung mau chat apa tidak, akhirnya agus mengirim pesan singkat, hanya salam saja, menanyakan kebenaran apakah nomor ini memang nomornya gadis itu atau bukan. Setelah itu dia menutup whatsAppnya dan membuka youtube untuk mendengarkan kajiannya Gus baha sebelum dia mengaji kitab Ibanatul Ahkan ke kiyai jam 9 Malam.

Selanjutnya,,, kita tunggu hari rabu saja yah. sekarang masih hari rabu.. hehe

Label: , , , , ,