Kamis, 01 Mei 2025

HAFLAH ATAU WISUDA?

 

HAFLAH ATAU WISUDA?

Haflah dan wisuda memiliki makna yang sama tapi beda. Adapun perbedaan utama antara haflah dan wisuda adalah terletak pada konteks dan fokus acaranya. Haflah atau haflah akhirussanah merupakan perayaan akhir tahun bagi siswa atau santri di lembaga pendidikan Islam, hal ini menandakan telah selesainya masa studi. Adapun wisuda secara umum  merupakan acara perpisahan sekolah yang dihadiri oleh siswa, guru, dan orang tua, wisuda menandakan kelulusan dari sebuah jenjang pendidikan siswa.

Seiring dengan banyaknya lembaga pendidikan dan semakin banyak cara lembaga pendidikan melaksanakan wisuda dengan iuran biaya yang tidak sedikit menguras dompet, di suatu daerah akhirnya dikeluarkan kebijakan larangan melakukan wisuda

Semisal, Di Jawa Tengah, larangan wisuda bagi SMA, SMK, dan SLB Negeri sudah ditegaskan kembali oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Larangan ini sejalan dengan Surat Edaran dari Kemendikbudristek Nomor 14 Tahun 2023 yang juga melarang kegiatan wisuda di satuan pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah. Larangan ini juga dipertegas oleh Gubernur terpilih Dedi Mulyadi. Namun demikian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. mengatakan sebagai berikut

“Sepanjang itu tidak memberatkan dan itu juga atas persetujuan orang tua dan murid, masa tidak boleh?” hal ini Beliau samaikan usai Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2025 di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Selasa, 29 April 2025.

Pada dasarnya pelaksanaan wisuda maupun haflah harusnya lebih kepada bentur syukur atas selesainya studi dan diraihnya kelulusan. Sehingga kesederhanaan harus dikedepankan. Namun banyak praktik yang kemudian mengabaikan hal tersebut, missal iuran yang sangat mahal, dilakukan dihotel, pakaian yang tidak seharusnya dalam berpenampinan dan seterusnya. Mengingat selesai masa studi ataupun lulus dari sekolah hanya sebatas menandakan keduanya selesai, bukan menunjukkan bahwa yang selesai studi dan lulus benar-benar berkempeten, belajar dengan giat dan seterusnya.

Karena itu sebaiknya kalaupun mau mengadakan wisuda tetap dilakukan dengan sederhana, karena yang terpenting adalah bagaimana agar terus belajar dan belajar dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan.

Label: ,

Menulis yang penting, atau yang penting menulis.


Menulis merupakan bentuk aktifitas yang sangat keren dalam melangsungkan hidup di dunia yang sangat luas dan penuh dengan dinamika yang seksi. Menulis bisa iakukan oleh siapa saja, tapi untuk bertahan laa dan terus meingkatkan keindahan narasi dan keunikannya tentu hanya mereka yang terus tekun menulis dan membaca banyak buku. Menulis dan membaca buku memiliki hubungan yang erat dalam menumbuhkan nilai ruh tulisan yang tertata rapi, harmonis dan asyik untuk dibaca. Siapa yang banyak membaca, tentu akan lebih mudah dalam menulis dengan skop apapun itu.

Dalam Islam, perintah pertama adalah membaca, hal ini selain untuk menambah wawasan, juga untuk mempertajam kemampuan dalam menulis. Untuk mempertajam dan mendalam kjian yang ditulis, tentu harus memiliki banyak buku da artikel yang sudah dibacanya. 

Seiring dengan terus berkembangnya dunia pendidikan, menulis merupakan hal mutlak yang harus dimiliki kemampuannya. Dalam studi sarjana, menulis menjadi keahlian tersendiri untuk kemudian bisa dinyatakan lulus, tulisannya diberi nama skripsi dalam bentuk hasil penelitian yang kemudian disimpelkn lagi dalam bentuk artikel atau jurnal baik terakreditasi sinta, skopus maupun belum terakreditasi.

Dengan banyaknya media untuk menulis, harusnya masing-masing mahasiswa juga diwajibkan oleh perguruan tinggi atau mewajbkan pada dirinya sendiri untuk mempunyai blogger atau website yang menjadi wadah tulisan atau karya tulisnya sendiri sehingga bisa diakses dan dbaca oleh banyak orang di belahan dunia.

Ada banyak tips dan cara untuk menulis yang baik, tapi yang paling baik dan utama adalah memulai untuk menulis dan terus tekun menulis dan membaca sehingga pada akhirnya ketajaman dan keindahan menarasikan tulisan akan dimiliki. 

Dalam Surah Al-Alaq ayat 1-5, Lima ayat ini menekankan betapa pentingnya membaca dan menulis sebagai media atau kunci untuk memperoleh ilmu pengetahuan, sebagai sarana komunikasi dan penyebaran ilmu yang dimilikinya.

Berdasarkan perintah yang kerkandung dalam surah Al-Alaq secara eksplisit sangat jelas bahwa untuk memperoleh ilmu pengetahuan, sebagai sarana komunikasi dan penyebaran ilmu maka harus tekun membaca dan menulis. Tiada car yang paling rekomendasi selain dua hal tersebut.

Di era yang kian menurun minat membca dan keinginan membeli buku, mari bersama-sama menulis secara masif, jangan takut salah, takut tulisannya tidak menarik, tidak banyak yang membaca dan seterusnya. Yang terpenting adalah memulai dan terus tekun menulis, tidak perlu berhalaman banyak dan harus sebaik mungkin. Karena untuk mencapai keahlian tentu dimulai dari usaha dan kedisiplinan dalam menulis untuk mencapai keahlian tersebut



Media menulis penulis adalah santrimenulis.com 

Nama penulisnya Muhammad Zaironi


Label: , , , ,