STRATEGI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS TEKNOLOGI
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS TEKNOLOGI
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap
sistem pendidikan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kehadiran teknologi
dalam pendidikan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai
kebutuhan utama dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, adaptif, dan
relevan dengan perkembangan zaman. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI),
penggunaan teknologi menjadi penting karena pembelajaran agama tidak hanya
menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter, spiritualitas, dan
akhlak peserta didik. Strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi menjadi
penting untuk menjawab tantangan generasi digital yang cenderung lebih tertarik
pada media interaktif dibandingkan metode konvensional. Point utama penelitian
ini adalah bahwa integrasi teknologi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran
PAI secara lebih kontekstual. Reason dari penelitian ini terletak pada
kebutuhan pembelajaran yang mampu menjangkau karakteristik generasi digital.
Evidence menunjukkan bahwa penggunaan media digital dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa. Conclusion-nya, strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi
menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan modern.
Masyarakat saat ini menghadapi berbagai persoalan pendidikan yang
berkaitan dengan rendahnya minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran
agama. Pembelajaran PAI sering dianggap monoton karena masih didominasi metode
ceramah dan hafalan yang kurang memberikan ruang eksplorasi kreatif peserta
didik. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran serta lemahnya internalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan
sehari-hari. Selain itu, perkembangan teknologi yang sangat cepat sering kali
tidak diimbangi dengan kemampuan guru dalam memanfaatkan media digital sebagai
sarana pembelajaran. Akibatnya, terdapat kesenjangan antara karakteristik
peserta didik generasi digital dengan strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah.
Masalah tersebut menjadi semakin kompleks ketika pembelajaran agama masih
berorientasi pada transfer pengetahuan semata tanpa memanfaatkan teknologi
sebagai media pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, diperlukan strategi
pembelajaran PAI berbasis teknologi yang mampu mengintegrasikan aspek
pedagogis, spiritual, dan digital agar pembelajaran lebih relevan dengan
kebutuhan peserta didik masa kini.
Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa sebagian sekolah mulai menerapkan
pembelajaran berbasis teknologi dalam mata pelajaran PAI melalui penggunaan
aplikasi pembelajaran, video interaktif, platform digital, dan media sosial
edukatif. Namun implementasi tersebut masih bersifat parsial dan belum
terintegrasi secara sistematis dalam strategi pembelajaran. Beberapa guru hanya
menggunakan teknologi sebagai alat presentasi tanpa mengembangkan pendekatan
pembelajaran yang inovatif. Di sisi lain, peserta didik menunjukkan antusiasme
yang lebih tinggi ketika pembelajaran menggunakan media visual, audiovisual,
dan platform digital interaktif. Fenomena lain yang muncul adalah meningkatnya
penggunaan perangkat digital oleh siswa untuk mengakses informasi keagamaan secara
mandiri, meskipun tidak semua informasi tersebut valid dan sesuai dengan
nilai-nilai moderasi beragama. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran guru
PAI dalam membimbing peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara
bijak dan produktif. Dengan demikian, strategi pembelajaran PAI berbasis
teknologi tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai
sarana pembinaan literasi digital keagamaan.
Berbagai penelitian sebelumnya telah mengkaji penggunaan teknologi dalam
pembelajaran PAI. Penelitian terdahulu lebih banyak menyoroti efektivitas media
pembelajaran digital terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Sebagian
penelitian menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi pembelajaran berbasis
multimedia dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman peserta didik terhadap
materi keagamaan. Penelitian lain menunjukkan bahwa platform e-learning mampu
mendukung fleksibilitas pembelajaran dan memperluas akses sumber belajar agama.
Meskipun demikian, penelitian sebelumnya cenderung fokus pada aspek penggunaan
media tanpa mengkaji secara mendalam strategi pedagogis yang digunakan guru
dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Selain itu,
sebagian besar penelitian hanya berorientasi pada hasil belajar kognitif dan
belum mengaitkan penggunaan teknologi dengan pembentukan karakter religius
peserta didik. Kelemahan tersebut menunjukkan adanya research gap terkait
pentingnya strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi yang tidak hanya
efektif secara akademik, tetapi juga mampu membentuk nilai-nilai spiritual dan
etika digital siswa.
Penelitian lain juga menjelaskan bahwa integrasi teknologi dalam
pembelajaran PAI menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan kompetensi
digital guru, minimnya fasilitas teknologi di sekolah, dan kurangnya dukungan
kebijakan pendidikan. Sebagian penelitian menekankan pentingnya pelatihan guru
dalam pengembangan media digital, tetapi belum membahas secara komprehensif
bagaimana strategi pembelajaran dirancang berdasarkan karakteristik peserta
didik dan kebutuhan pembelajaran agama. Selain itu, penelitian terdahulu masih
jarang mengaitkan strategi pembelajaran berbasis teknologi dengan pendekatan
kolaboratif, interaktif, dan kontekstual dalam pendidikan Islam. Posisi
penelitian ini terletak pada upaya mengintegrasikan teknologi digital dengan
strategi pembelajaran PAI yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik,
penguatan karakter religius, dan pengembangan literasi digital Islami.
Kontribusi penelitian ini adalah menghasilkan model strategi pembelajaran PAI
berbasis teknologi yang lebih aplikatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan
pendidikan abad ke-21.
Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan strategi pembelajaran
PAI berbasis teknologi yang tidak hanya memanfaatkan media digital sebagai alat
bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana transformasi nilai-nilai
keislaman dalam kehidupan peserta didik. Penelitian ini menempatkan teknologi
sebagai bagian integral dari pendekatan pedagogis yang berorientasi pada
penguatan spiritualitas, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital. State
of the art penelitian ini adalah integrasi antara pendekatan pembelajaran
aktif, penggunaan teknologi digital, dan internalisasi nilai-nilai Islam
moderat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini penting untuk diselesaikan
karena perkembangan teknologi yang tidak terkendali dapat berdampak negatif
terhadap karakter peserta didik apabila tidak diimbangi dengan pendidikan agama
yang adaptif dan inovatif. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu
memberikan solusi strategis dalam pengembangan pembelajaran PAI yang relevan
dengan tantangan era digital serta mampu membentuk peserta didik yang religius,
kritis, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.
Berdasarkan uraian tersebut, research problem dalam penelitian ini adalah
bagaimana strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi diterapkan dalam proses
pembelajaran serta bagaimana kontribusinya terhadap peningkatan kualitas
pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini berangkat
dari argumen bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran PAI akan lebih
efektif apabila dirancang melalui strategi pedagogis yang sistematis,
interaktif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Strategi tersebut
diyakini mampu meningkatkan motivasi belajar, memperkuat pemahaman keagamaan,
serta membentuk kemampuan literasi digital Islami siswa. Selain itu, penelitian
ini juga berargumen bahwa guru memiliki peran sentral dalam menentukan
keberhasilan integrasi teknologi dalam pembelajaran agama. Kontribusi
penelitian ini terletak pada pengembangan konsep strategi pembelajaran PAI
berbasis teknologi yang dapat menjadi rujukan praktis bagi guru, sekolah, dan
pengambil kebijakan pendidikan dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad
digital.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi
kasus. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian bertujuan memahami
secara mendalam strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi dalam konteks
alami pembelajaran di sekolah. Studi kasus digunakan untuk memperoleh gambaran
yang komprehensif mengenai proses implementasi strategi pembelajaran berbasis
teknologi, interaksi guru dan peserta didik, serta makna yang muncul dari
pengalaman para informan. Dasar pemilihan studi kasus terletak pada kemampuan
pendekatan ini dalam mengeksplorasi fenomena pendidikan secara mendalam dan
kontekstual. Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti menginterpretasikan
data berdasarkan perspektif informan sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih
utuh terhadap realitas pembelajaran PAI berbasis teknologi. Selain itu,
pendekatan ini relevan untuk mengungkap dinamika penggunaan media digital,
strategi pedagogis guru, dan respons peserta didik terhadap pembelajaran
berbasis teknologi dalam situasi pembelajaran yang nyata.
Lokasi penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah menengah yang telah
menerapkan pembelajaran PAI berbasis teknologi dalam proses pembelajarannya.
Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan bahwa sekolah tersebut
memiliki kebijakan pengembangan pembelajaran digital serta fasilitas teknologi
yang memadai, seperti jaringan internet, perangkat multimedia, dan platform
pembelajaran daring. Selain itu, sekolah tersebut aktif mendorong guru untuk
mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi dalam mata pelajaran PAI.
Lokasi penelitian dipilih karena dianggap representatif dalam menggambarkan
implementasi strategi pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan pendidikan
modern. Peneliti juga mempertimbangkan kemudahan akses data, keterbukaan
informan, dan keberagaman aktivitas pembelajaran digital yang diterapkan di
sekolah tersebut. Dengan demikian, lokasi penelitian diharapkan mampu
memberikan data yang kaya dan mendalam mengenai strategi pembelajaran PAI
berbasis teknologi serta dampaknya terhadap proses pembelajaran peserta didik.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati secara
langsung proses pembelajaran PAI berbasis teknologi, interaksi guru dan peserta
didik, serta penggunaan media digital dalam kegiatan pembelajaran. Wawancara
mendalam dilakukan kepada kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik untuk
memperoleh informasi mengenai strategi pembelajaran, pengalaman penggunaan
teknologi, serta kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Dokumentasi
digunakan untuk melengkapi data penelitian berupa perangkat pembelajaran, foto
kegiatan, rekaman pembelajaran, dan dokumen kebijakan sekolah terkait
pembelajaran digital. Ketiga teknik tersebut digunakan secara terpadu untuk
memperoleh data yang valid dan mendalam. Pengumpulan data dilakukan secara
bertahap dan berulang agar peneliti mampu memahami fenomena secara komprehensif
serta memperoleh data yang sesuai dengan fokus penelitian.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif yang
meliputi kondensasi data, display data, dan verifikasi data. Kondensasi data
dilakukan dengan memilih, menyederhanakan, dan mengelompokkan data sesuai fokus
penelitian mengenai strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi. Display data
dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif dan tabel untuk memudahkan peneliti
memahami pola, hubungan, dan makna data yang diperoleh. Verifikasi data
dilakukan melalui penarikan kesimpulan secara bertahap berdasarkan temuan
penelitian di lapangan. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini
menggunakan teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi
waktu. Selain itu, peneliti juga melakukan member check kepada informan untuk
memastikan kesesuaian interpretasi data dengan pengalaman informan. Pengecekan
keabsahan data dilakukan secara berkelanjutan agar hasil penelitian memiliki
tingkat kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas
yang baik.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Strategi Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi
Strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi dalam penelitian ini
didefinisikan sebagai upaya sistematis guru dalam mengintegrasikan perangkat
digital, media interaktif, dan platform pembelajaran daring ke dalam proses
pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan efektivitas
pembelajaran, keterlibatan peserta didik, serta penguatan nilai-nilai religius.
Strategi ini tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi sebagai alat
bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana membangun pengalaman belajar
yang kolaboratif, kreatif, dan kontekstual. Berdasarkan temuan di lapangan,
guru PAI memanfaatkan berbagai media seperti video pembelajaran Islami,
aplikasi kuis digital, presentasi multimedia, dan platform e-learning untuk
mendukung pembelajaran. Selain itu, guru juga mengintegrasikan teknologi dengan
metode diskusi, refleksi keagamaan, dan pembelajaran berbasis proyek. Strategi
tersebut menunjukkan bahwa teknologi dimanfaatkan untuk menciptakan
pembelajaran yang lebih menarik dan relevan dengan karakteristik peserta didik
generasi digital.
|
Petikan Wawancara |
Indikator |
Informan |
|
“Kami menggunakan video pembelajaran dan aplikasi kuis
digital agar siswa lebih aktif dan mudah memahami materi PAI.” |
Pemanfaatan media digital interaktif |
Guru PAI |
|
“Pembelajaran menjadi lebih menarik karena guru sering
menggunakan presentasi multimedia dan diskusi online.” |
Keterlibatan aktif peserta didik |
Peserta didik |
|
“Sekolah mendukung penggunaan teknologi dengan
menyediakan fasilitas internet dan pelatihan guru.” |
Dukungan kelembagaan |
Kepala Sekolah |
|
“Teknologi membantu siswa mencari referensi keagamaan
secara lebih luas, tetapi tetap perlu pendampingan guru.” |
Literasi digital Islami |
Guru PAI |
Berdasarkan tabel tersebut, terlihat bahwa strategi pembelajaran PAI
berbasis teknologi tidak hanya bergantung pada penggunaan media digital, tetapi
juga dipengaruhi oleh dukungan kelembagaan dan kompetensi pedagogis guru. Guru
PAI berupaya menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif melalui penggunaan
video, aplikasi kuis, dan multimedia yang mampu meningkatkan perhatian serta
partisipasi siswa dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi
memiliki fungsi strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih
menarik dan kontekstual. Temuan ini sejalan dengan teori konstruktivisme yang
menekankan pentingnya keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun
pengetahuan melalui pengalaman belajar yang interaktif. Penggunaan teknologi
memungkinkan peserta didik lebih aktif dalam mengeksplorasi materi keagamaan
sehingga pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru.
Interpretasi lain menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis
teknologi juga berkontribusi terhadap penguatan literasi digital Islami peserta
didik. Guru tidak hanya mengarahkan siswa untuk menggunakan teknologi sebagai
sarana mencari informasi, tetapi juga membimbing mereka agar mampu memilah
sumber keagamaan yang valid dan moderat. Dalam konteks ini, guru memiliki peran
penting sebagai fasilitator dan pembimbing moral di tengah derasnya arus
informasi digital. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pembelajaran PAI
berbasis teknologi tidak cukup hanya mengandalkan media digital, melainkan
memerlukan strategi pedagogis yang mampu mengintegrasikan aspek spiritual,
etika, dan literasi digital. Penelitian terdahulu menjelaskan bahwa penggunaan
teknologi dalam pendidikan agama sering kali hanya fokus pada aspek media
pembelajaran, sedangkan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran
juga harus diarahkan pada pembentukan karakter religius dan kemampuan berpikir
kritis peserta didik.
Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta didik lebih antusias mengikuti
pembelajaran ketika guru menggunakan media audiovisual dan platform digital
interaktif. Siswa terlihat aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan
berpartisipasi dalam kuis digital yang diberikan guru. Peneliti juga menemukan
bahwa penggunaan teknologi mempermudah guru dalam menyampaikan materi abstrak
menjadi lebih konkret melalui visualisasi gambar dan video Islami. Selain itu,
suasana pembelajaran menjadi lebih komunikatif karena peserta didik dapat
mengakses materi pembelajaran secara mandiri melalui platform daring. Observasi
tersebut menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis teknologi mampu
meningkatkan interaksi edukatif antara guru dan siswa. Peneliti
menginterpretasikan bahwa teknologi memberikan ruang pembelajaran yang lebih
fleksibel dan partisipatif sehingga pembelajaran PAI menjadi lebih relevan
dengan kebutuhan peserta didik era digital.
Secara umum, data penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PAI
berbasis teknologi diterapkan melalui integrasi media digital, metode
interaktif, dan penguatan literasi digital Islami dalam proses pembelajaran.
Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan penggunaan teknologi agar
tetap sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Peserta didik tidak hanya
menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif mengeksplorasi, berdiskusi,
dan merefleksikan materi pembelajaran melalui media digital. Dengan demikian,
strategi pembelajaran berbasis teknologi dipahami sebagai pendekatan
pembelajaran yang menempatkan teknologi sebagai sarana transformasi
pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan religius.
Deskripsi data menunjukkan pola bahwa semakin tinggi kemampuan guru dalam
memanfaatkan teknologi, semakin tinggi pula keterlibatan peserta didik dalam
proses pembelajaran PAI. Pola lain yang muncul adalah adanya hubungan antara
dukungan fasilitas sekolah dengan efektivitas implementasi strategi
pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, penggunaan teknologi yang disertai
pendampingan guru terbukti mampu membentuk literasi digital Islami peserta
didik secara lebih baik. Pola tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan strategi
pembelajaran PAI berbasis teknologi dipengaruhi oleh sinergi antara kompetensi
guru, dukungan kelembagaan, dan partisipasi aktif peserta didik.
Tabel Pengaruh Ideal Strategi Pembelajaran PAI Berbasis Teknologi
|
Jabatan Informan |
Petikan Wawancara |
Indikator |
|
Kepala Sekolah |
“Pembelajaran berbasis teknologi membuat sekolah lebih
siap menghadapi tantangan pendidikan digital.” |
Transformasi pendidikan digital |
|
Guru PAI |
“Teknologi membantu kami menjelaskan materi agama secara lebih menarik
dan mudah dipahami siswa.” |
Efektivitas pembelajaran |
|
Peserta Didik |
“Kami lebih semangat belajar karena pembelajaran
menggunakan video, kuis online, dan diskusi digital.” |
Motivasi belajar |
|
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum |
“Strategi pembelajaran digital mendorong guru lebih kreatif dalam
merancang pembelajaran.” |
Inovasi pedagogis |
Interpretasi tabel tersebut menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PAI
berbasis teknologi memberikan pengaruh ideal terhadap peningkatan kualitas
pendidikan secara menyeluruh. Kepala sekolah memandang bahwa pembelajaran
digital menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan modern yang
adaptif terhadap perkembangan zaman. Guru PAI merasakan bahwa teknologi mampu
meningkatkan efektivitas penyampaian materi karena pembelajaran menjadi lebih
visual, interaktif, dan mudah dipahami siswa. Sementara itu, peserta didik
menunjukkan motivasi belajar yang lebih tinggi ketika pembelajaran menggunakan
media digital yang menarik. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya
berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai faktor pendorong
inovasi pendidikan.
Selain itu, strategi pembelajaran berbasis teknologi juga mendorong
perubahan budaya belajar di sekolah. Guru dituntut lebih kreatif dan inovatif
dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik generasi digital.
Peserta didik menjadi lebih aktif, kolaboratif, dan mandiri dalam mencari
sumber belajar keagamaan. Dalam perspektif teori pembelajaran modern, kondisi
ini menunjukkan terjadinya pergeseran paradigma pembelajaran dari teacher
centered menuju student centered learning. Penelitian ini memperkuat temuan
sebelumnya bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran,
tetapi penelitian ini menambahkan bahwa keberhasilan strategi tersebut sangat
dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi dengan
nilai-nilai pendidikan Islam.
Deskripsi data menunjukkan pola bahwa strategi pembelajaran PAI berbasis
teknologi memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa,
kreativitas guru, dan transformasi budaya pembelajaran di sekolah. Semakin kuat
integrasi teknologi dengan strategi pedagogis yang tepat, semakin besar peluang
terciptanya pembelajaran PAI yang efektif, interaktif, dan bermakna. Pola
tersebut juga menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran berbasis teknologi
memerlukan dukungan kelembagaan, kompetensi guru, serta kesiapan peserta didik
dalam memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.
KESIMPULAN
Temuan terpenting dalam penelitian ini menunjukkan bahwa strategi
pembelajaran PAI berbasis teknologi mampu meningkatkan efektivitas
pembelajaran, keterlibatan peserta didik, serta penguatan literasi digital
Islami. Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga
sebagai sarana transformasi pedagogis yang mendorong pembelajaran lebih
interaktif, kreatif, dan kontekstual. Hikmah yang diperoleh dari penelitian ini
adalah pentingnya sinergi antara kompetensi guru, dukungan sekolah, dan penggunaan
teknologi yang terarah dalam membentuk pembelajaran agama yang relevan dengan
kebutuhan generasi digital.
Kekuatan tulisan ini terletak pada kontribusinya dalam pengembangan
konsep strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi yang mengintegrasikan aspek
pedagogis, spiritual, dan literasi digital. Penelitian ini memberikan
kontribusi keilmuan berupa penguatan perspektif bahwa pembelajaran agama di era
digital memerlukan strategi yang tidak hanya menekankan penggunaan media
teknologi, tetapi juga pembentukan karakter religius dan kemampuan berpikir
kritis peserta didik. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan praktis bagi
guru, sekolah, dan pengambil kebijakan pendidikan dalam mengembangkan
pembelajaran PAI berbasis teknologi.
Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup penelitian yang
hanya dilakukan pada satu lokasi sehingga hasil penelitian belum dapat
digeneralisasikan secara luas. Selain itu, penelitian ini lebih fokus pada
strategi pembelajaran dan belum mengkaji secara mendalam pengaruh teknologi
terhadap hasil belajar jangka panjang peserta didik. Oleh karena itu,
penelitian selanjutnya diharapkan dapat dilakukan pada berbagai jenjang
pendidikan dan lokasi yang lebih luas serta mengkaji efektivitas strategi pembelajaran
PAI berbasis teknologi terhadap pembentukan karakter religius dan kompetensi
digital peserta didik secara lebih mendalam.
Label: Kuliah, Makalah, Pendidikan


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda